Mayat Perempuan Menyembul di Makam Kediri Diduga Korban Pembunuhan

Petugas Polres Kediri mengevakuasi mayat perempuan terpendam di permakaman Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kediri, Kamis (17/5 - 2018). (Istimewa/tribratanewskediri.com)
20 Mei 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI -- Aparat Polsek Plemahan, Polres Kediri, berhasil mengungkap identitas mayat perempuan yang dikubur di makam orang lain di tempat pemakaman umum lama, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Diduga kuat perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan.

Kapolsek Plemahan, AKP Surono, mengatakan jasad perempuan yang dikubur di tempat pemakaman umum Desa Tegowangi yang ditemukan Kamis (17/5/2018) lalu berinisial S dan berusia 39 tahun. Namun, untuk alamat perempuan itu masih dalam penyelidikan lanjut.

"Identitas korban sudah ketemu. Inisialnya S berusia 39 tahun. Untuk alamat masih dalam pengelidikan. Doakan saja kasusnya segera terungkap," kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman resmi Polres Kediri, tribratanewskediri.com, Sabtu (19/5/2018). 

Surono menyampaikan saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polsek Plemahan mendapat backup dari Polres Kediri untuk mengungkap kasus tersebut.

Dia menuturkan hasil pemeriksaan sementara perempuan tersebut merupakan korban penganiayaan hingga meninggal dunia. “Korban diduga korban pembunuhan. Saat ini kami dibantu Polres Kediri untuk mengungkap kasus tersebut,” jelas AKP Surono.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kediri, digegerkan dengan mayat perempuan yang ditemukan terkubur di atas bekas makam lama di desa tersebut, Kamis (17/5/2018). Mayat perempuan tak dikenal itu ditemukan dengan posisi satu kaki keluar dari timbunan tanah.

Pertama kali yang menemukan mayat tersebut adalah Diono, 58, warga desa setempat. Saat itu, Diono sedang mengambil potongan bambu yang ditaruh di tempat pemakaman umum desa setempat. Rencananya bambu itu mau dibuat untuk menanam kacang panjang.

Namun, saat hendak mengambil bambu tersebut. Diono justru melihat kaki yang keluar dari tempat pemakaman. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya