Ini Pesan Pemimpin Umat Katolik Kota Madiun untuk Peserta Pilkada 2018

Pastor Kepala Gereja Santo Cornelius Madiun, Romo Budi Prasetyo, (tengah, berbaju biru) berfoto dengan komisioner Panwaslu Kota Madiun yang mengunjungi gereja setempat, Jumat (18/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
18 Mei 2018 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pastor Kepala Gereja Santo Cornelius Madiun, Romo Budi Prasetyo, memberikan restu kepada tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Madiun yang maju dalam Pilkada 2018. Beberapa pesan pun disampaikan kepada ketiga paslon yang sudah berkunjung ke gereja tersebut.

"Ketiga paslon yaitu paslon nomor satu, dua, dan tiga sudah datang ke saya untuk silaturahmi dan kami menerimanya," kata dia kepada wartawan seusai menemui personel Panwaslu Kota Madiun yang mengunjungi gereja setempat, Jumat (18/5/2018).

Romo Budi Prasetyo menyampaikan ketiga paslon yaitu Maidi-Inda Raya, Mahardika-Arif, dan Yusuf-Bambang datang ke gereja pada waktu yang berbeda-beda. Mereka datang ke tempatnya untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan visi misi kepada umat Katolik di gereja tersebut.

Pihak gereja memberikan ruang kepada calon pemimpin Kota Madiun untuk menyampaikan program yang akan diusung. Namun, pihak gereja tidak memihak salah satu paslon dan tidak mengarahkan dukungan umat kepada salah satu paslon.

"Kami berikan kebebasan kepada umat Gereja Santo Cornelius untuk memilih berdasarkan hati nurani. Kami tidak mengarahkan kepada salah satu paslon," terang dia.

Kepada ketiga paslon, kata Romo Budi Prasetyo, pihaknya menyampaikan pesan untuk menjaga kedamaian dan persatuan antarumat beragama di Kota Madiun. Selain itu, Budi berpesan agar ketiga paslon tidak melakukan korupsi saat memimpin Kota Madiun.

"Kalau sudah korupsi. Kami tidak respek. Saya juga berpesan supaya menghormati perbedaan dan bhineka tunggal ika," jelas dia.

Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heri Purwoko, mengatakan tempat ibadah tidak boleh digunakan untuk kegiatan berpolitik dan kampanye. Namun, paslon diperbolehkan untuk mengunjungi tempat ibadah dengan catatan paslon tidak boleh membawa atribut kampanye. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya