Penumpang KA di Daops Madiun Diperiksa dengan Metal Detector

ilustrasi kereta api. (Solopos/Dok)
18 Mei 2018 01:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Buntut aksi terorisme yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo, dan Riau, baru-baru ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VII Madiun memperketat pemeriksaan penumpang yang akan masuk ke sejumlah stasiun wilayah setempat.

"Upaya pemeriksaan dan pengetatan calon penumpang tersebut sebagai upaya antisipasi pascateror bom yang terjadi di beberapa tempat di Surabaya dan Tanah Air," ujar Manajer Humas PT KAI Daops VII Madiun, Supriyanto di Madiun, Rabu (16/5/2018).

Dia menambahkan pengetatan pengawasan penumpang dan pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat pendeteksi logam atau metal detector terhadap semua calon penumpang yang hendak memasuki peron atau boarding.

Pengetatan juga dilakukan PT KAI Daops VII Madiun dengan mengerahkan seluruh personel keamanan yang ada, untuk melakukan pemeriksaan yang lebih intensif dari biasanya.

"Ini merupakan langkah antisipasi yang dilakukan PT KAI, karena sarana dan prasarana perkeretaapian merupakan objek vital nasional yang penggunaannya banyak diminati masyarakat," tutur Supriyanto.

Supriyano menambahkan pengetatan pemeriksaan penumpang juga mendasar dari instruksi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka) Kementerian Perhubungan tertanggal 14 Mei 2018 tentang Kewaspadaan Terhadap Ancaman Gangguan Keamanan dan Keselamatan KA.

Pihaknya berharap upaya tersebut bisa memberi rasa aman bagi para pengguna jasa kereta api dan lebih mengoptimalkan pengamanan yang ada.

Para penumpang juga dituntut untuk peka dan waspada. Jika melihat ada hal yang mencurigakan, hendaknya segera melapor ke petugas.

"Seluruh penumpang kereta api diminta ikut peduli akan keamanan dan keselamatan bersama, dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap hal-hal yang mencurigakan," katanya.