Kota Madiun Inflasi 0,22% Akibat Kenaikan Harga Bawang Merah

Ilustrasi inflasi - deflasi (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
17 Mei 2018 15:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kota Madiun selama April 2018 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 130,04. Inflasi dipicu kenaikan harga komoditas bawang merah di pasar tradisional setempat.

"Kenaikan harga bawang merah memberikan andil terbesar dari kenaikan 10 komoditas pemicu inflasi pada bulan April," kata Kepala Seksi Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Adi Priyanto di Madiun, Rabu (16/5/2018).

Dia menambahkankenaikan harga bawang tejadi karena faktor seasonal atau musiman. Sentra produksi terdekat, yakni Kabupaten Nganjuk, belum memasuki masa panen bulan lalu.

Adapun sejumlah komoditas lainnya yang memicu terjadinya inflasi, antara lain, bensin, daging ayam ras, rokok kretek filter, pasir, pepaya, telur ayam, dan air kemasan.

Sementara itu, sejumlah komoditas penekan inflasi, yakni beras, cabai rawit, batu bata, wortel, susu manula, semen, daging sapi, dan obat menggunakan resep.

Adi Priyanto memprediksi inflasi akan kembali terjadi pada bulan Mei 2018 karena bertepatan dengan momentum hari raya keagamaan, yakni Bulan Puasa dan Idulfitri.

"Pada bulan Mei diperkirakaan akan terjadi inflasi. Namun, besarannya berapa belum tahu sebab belum dihitung dan masih mengumpulkan data. Jika melihat data dari tahun 2010 hingga 2017, pada saat Lebaran, trennya itu naik," katanya.

Kapala BPS Kota Madiun menambahkan inflasi April yang mencapai 0,22 persen tercatat melebihi angka laju inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,18 persen dan nasional 0,10 persen.

Untuk itu, perlu menjadi perhatian serius oleh tim pengendali inflasi daerah (TPID) setempat agar capaian inflasi di akhir tahun 2018 terjaga pada rentang sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 persen.

Data BPS Kota Madiun mencatat selama April 2018 inflasi tertinggi terjadi di Jember 0,40 persen, Madiun 0,22 persen, Probolinggo 0,21 persen, Surabaya 0,20 persen, serta Kediri dan Malang 0,14 persen. Selanjutnya, Banyuwangi 0,04 persen dan Sumenep deflasi -0,02 persen.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

 

Tokopedia

Sumber : Antara