Pascateror Surabaya, Pengamanan Stasiun di Madiun Diperketat

Kereta Api Mutiara Selatan tiba di Stasiun Madiun, Minggu (8/4/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. (Abdul Jalil - Madiunpos.com)
16 Mei 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pascateror bom di Surabaya  pada Minggu-Senin (13-14/5/2018) lalu, pengawasan seluruh stasiun besar di wilayah Daop VII Madiun diperketat. Kewaspadaan juga ditingkatkan mengantisipasi teror di sarana dan prasarana perkeretaapian.

Kepala Daop VII Madiun, Shulthon Hasanudin, mengatakan petugas KAI di wilayah Daop VII Madiun meningkatkan pengawasan setelah peristiwa teror bom di sejumlah lokasi di Surabaya. Peningkatan pengamanan ini diperkuat dengan instruksi Direktorat Jenderal Perekeretaapian Kementerian Perhubungan RI No. UM 101/B.95/DJKA/4/18 tentang kewaspadaan terhadap ancaman gangguan keamanan dan keselamatan KA.

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia

Dia menyampaikan prasarana dan sarana perekeretaapian termasuk salah satu objek vital nasional yang penggunaannya banyak diminati masyarakat. "Karena menyangkut penggunaan oleh masyarakat, perlu dilakukan langkah antisipatif demi mewujudkan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna kereta api," jelas dia, Rabu (16/5/2018).

Shulton menyampaikan instruksi Ditjenka terkait langkah antisipasi ini ada tujuh hal. Pertama, adanya SOP tanggap darurat terkait dengan potensi teror  yang mungkin terjadi baik itu prasarana maupun sarana perkeretaapian.

Kedua, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan keamanan dan keselamatan perkeretaapian. Ketiga, menambah jumlah personel pengamanan terutama di stasiun-stasiun yang melayani banyak penumpang.

Keempat, memberikan pemahaman kepada calon penumpang KA untuk tetap waspada dan berhati-hati serta melaporkan kepada petugas apabila ada keadaan mencurigakan. Kelima, meningkatkan pengamanan dan pengawasan terhadap aset vital perekeretaapian.

Keenam, melakukan pemeriksaan lebih terperinci terhadap barang bawaan penumpang dan barang-barang kiriman. Ketujuh, meningkatkan kerja sama dengan pihak aparat berwenang untuk tindakan pengamanan baik di prasarana dan sarana perkeretaapian.

“Kami melaksanakan instruksi tersebut demi mewujudkan keamanan dan keselamatan operasi kereta api. Kami mengimbau masyarakat pengguna jasa KA bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap hal-hal yang mencurigakan untuk mencegah potensi teror," terang dia.

Manajer Humas Daop VII Madiun, Supriyanto, menambahkan seluruh jajaran di Daop VII telah diinstruksikan untuk waspada dan mengutamakan keselamatan perjalanan KA. Peningkatan pengamanan dilakukan tertutup dengan cara membaur dengan penumpang termasuk pengamanan di atas KA dilakukan petugas secara mobile dan acak.