63 Gereja di Kota Madiun Jadi Prioritas Pengamanan Aparat

Karopenmas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal (tengah) meninjau lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Minggu (13/5 - 2018). (Antara / M Risyal Hidayat)
14 Mei 2018 11:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Aparat Polres Madiun Kota mengimbau kepada pengurus gereja dan umat untuk selalu mewaspadai adanya orang yang mencurigakan di lingkungan gereja masing-masing. Imbauan disampaikan setelah kejadian meledaknya bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi, yang menelan korban jiwa.

"Apabila ada seseorang yang dicurigai diduga pelaku teroris atau pelaku tindak pidana lainnya di sekitar gereja agar segera menghubungi kantor kepolisian terdekat," kata Kabag Ops Polres Madiun Kota Kompol Mujo Prajoko kepada wartawan di Madiun, Minggu.

Polisi pun, ungkap dia, meningkatkan pengawasan dan pengamanan gereja-gereja di Kota Madiun untuk mengantisipasi segala kemungkinan

"Pengawasan dan pengamanan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan di Kota Madiun, terlebih pada objek vital dan gereja-gereja," ujar Kabag Ops.

Mujo Prajoko menjelaskan pengamanan dilakukan dengan menyiagakan sejumlah personel untuk menjamin keamanan warga Kota Madiun yang beragama Nasrani saat melakukan ibadah di gereja.

Sesuai data, ada sekitar 63 gereja yang menjadi objek pengamanan di Kota Madiun. Gereja-gereja tersebut berada di lima sektor yang ada di wilayah hukum Polres Madiun Kota.

Beberapa gereja tersebut tergolong gereja besar yang memiliki jumlah umat atau jemaat cukup banyak, di antaranya Gereja Katolik Santo Cornelius dan Gereja Mater Dei.

Lebih lanjut, Kompol Mujo Prajoko mengaku prihatin dengan dua peristiwa besar yang terjadi di Mako Brimob beberapa waktu lalu dan Surabaya Minggu pagi hingga menimbulkan korban jiwa.

Ada tiga gereja yang terkena ledakan bom di Surabaya pada Minggu pagi, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan GPPS Jalan Arjuna. Aksi teror berupa peledakan bom tersebut menewaskan sekitar 13 orang dan 41 orang terluka.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

 

Sumber : Antara