Orang Tua Pelaku Bom Rusun Sidoarjo, Guru SD di Maospati

Petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi ledakan di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5 - 2018) malam. (Antara/Umarul Faruq)
14 Mei 2018 14:40 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN – Puspitasari, pelaku bom bunuh diri di Rusun Wonocolo, Taman, Sidoarjo, dikenal sebagai pribadi yang tertutup terutama saat masih tinggal di rumah orang tuanya di Kelurahan Maospati, Kabuaten Magetan.

Hal itu diungkapkan seorang tetangganya yang merupakan warga Jl. Sikatan, Kelurahan Maospati, Rudi Murwantoro.

Rudi menceritakan orang tua Puspitasari merupakan guru SD di Maospati dan kedua orang tuanya berstatus sebagai PNS. Sari merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Kedua orang tua Sari sudah lama meninggal dunia.

Dia menceritakan saat masih berusia remaja Sari bersikap sama seperti remaja lainnya. Setelah lulus SMA dan melanjutkan kuliah di Surabaya, Sari mulai tertutup dengan dunia luar.

"Kedua orang tuanya PNS guru di SD. Orang tuanya baik," kata dia saat ditemui wartawan, Senin (14/5/2018).

Seorang warga di Jl. Sikatan, Jarwati, 45, juga menuturkan kesaksiannya. Masa kecil Sari memang dihabiskan di rumah orang tuanya di Jl. Sikatan. Saat masih remaja, Sari berperilaku seperti biasa layaknya remaja di kampung.

Dia menyampaikan hal berbeda terjadi setelah Sari menikah dengan Anton Febrianto, yang juga merupakan pelaku bom bunuh diri di Rusun Wonocolo. Sari terlihat lebih tertutup dan mengenakan hijab dengan ukuran besar yang menutupi sebagian tubuhnya.

"Nikahnya Sari pun tidak digelar ramai-ramai. Setelah nikah, Sari sering mengenakan hijab yang besar dan warnanya gelap," ujar dia.

Selama ini di kampungnya tidak pernah ada kegiatan-kegiatan yang mencurigakan. Selama tingga di Maospati, Sari pun beraktivitas seperti remaja pada umumnya.
"Kedua orang tuanya memang sudah lama meninggal. Keduanya guru di SD Maospati," ujar dia.

 

Tokopedia