Tak Bayar Denda Rp5,7 Juta, Warga Yaman Dideportasi dari Madiun

Ilustrasi deportasi (deccanchronicle.com)
10 Mei 2018 11:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Seorang warga negara asing (WNA) asal Yaman bernama Fateh Ahmed Hasan Nasser dideportasi karena diduga telah menyalahi izin tinggal di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kasi Informasi Sarana dan Komunikasi (Infokim) Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Fajar Harry mengatakan, WNA yang dideportasi tersebut telah melebihi masa izin tinggal di Indonesia hingga 19 hari lamanya.

"Yang bersangkutan masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta pada 23 Maret 2018 dengan menggunakan visa kunjungan. Visa itu berlaku selama 30 hari," ujar Fajar kepada wartawan di Madiun, Rabu (9/5/2018) malam. 

Menurut dia, berdasarkan pemeriksaan sementara, kedatangan Fateh Ahmed Hasan Nasser ke Indonesia dalam rangka mengunjungi istri sirinya yang berada di Kecamatan Kebosari, Kabupaten Madiun.

"Selama di Indonesia, yang bersangkutan tinggal di rumah istri sirinya di wilayah Kebonsari, Kabupaten Madiun," kata dia.

Fajar Harry menambahkan keberadaan Fateh yang menyalahi izin tinggal tersebut diketahui petugas imigrasi saat yang bersangkutan datang sendiri ke kantor Imigrasi Madiun pada tanggal 4 Mei 2018 untuk memperpanjang visanya.

Setelah visa dilihat petugas, Ahmed ternyata telah over stay selama 19 hari. Untuk tetap tinggal di Indonesia, ia harus memperpanjang visa dan membayar denda dengan besaran Rp300.000 per hari.

"Denda yang dibebankan ke Ahmed mencapai Rp300 ribu dikali 19 hari. Karena yang bersangkutan tidak dapat membayar dendanya sebesar Rp5,7 juta, maka yang bersangkutan dilakukan tindakan deportasi," kata dia.

Selain deportasi, kantor Imigrasi Kelas II Madiun juga melakukan penangkalan terhadap yang bersangkutan. Dengan demikian, ia tidak dapat masuk lagi ke wilayah Indonesia untuk jangka waktu enam bulan lamanya.

"Yang bersangkutan akan kami deportasi pada hari Kamis tanggal 10 Mei 2018 menuju Jakarta untuk selanjutnya diterbangkan ke Jeddah," ujarnya.

Dengan dideportasinya Ahmed, maka Kantor Imigrasi Kelas II Madiun telah mendeportasi tiga WNA selama Januari hingga Mei 2018. Ketiga WNA tersebut berasal dari Bangladesh, Malaysia, dan Yaman.

Sumber : Antara