Ini Jadwal Operasi Pasar Sembako Kota Madiun Selama Ramadan 2018

Tim Satgas Pangan mengecek harga kebutuhan barang pokok di Pasar Besar Madiun, Rabu (9/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
10 Mei 2018 05:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Untuk menekan gejolak inflasi pada saat Ramadan dan Lebaran, Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Madiun akan menggelar Operasi Pasar Murni selama 25 hari. Operasi Pasar Murni ini dimulai pada 15 Mei sampai 8 Juni 2018.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri, Joko Raharto, mengatakan TPID Madiun akan menggelar Operasi Pasar Murni selama bulan Ramadan. Ada sejumlah barang kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar itu.

Dia menyampaikan pihaknya telah menyiapkan ratusan kilogram beras, gula pasir, telur, hingga minyak goreng. Operasi pasar ini akan digelar di seluruh kelurahan di Kota Madiun.

"Operasi Pasar Murni ini hanya dilaksanakan di wilayah Kota Madiun saja. Mulai tanggal 15 Mei sampai 8 Juni," jelas dia saat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Madiun, Rabu (9/5/2018).

Joko menyampaikan setiap warga dibatasi pembeliannya yaitu semisal minyak goreng satu orang hanya dibatasi membeli dua liter, telur dua kilo, beras dua karung atau 10 kg, dan gula 2 kg. Sehingga diharapkan kegiatan ini bisa merata dirasakan masyarakat.

Untuk harga yang ditawarkan, dia memastikan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Harga yang ditawarkan juga disamakan dengan harga pembelian dari produsen. Selain itu juga ada subsidi untuk biaya pengangkutan barang sehingga diperkirakan bisa hemat hingga Rp1.000 per item.

Operasi pasar ini, jelas dia, bertujuan untuk menekan gejolak inflasi di wilayah Kota Madiun. Karena biasanya saat Ramadan harga kebutuhan pokok menjadi faktor tingginya inflasi.

Joko menyampaikan saat ini ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga pada awal Ramadan, seperti daging ayam dan telur. Namun, ada beberapa barang kebutuhan pokok lain yang mengalami penurunan harga seperti beras, bawang putih, dan cabai.

"Penurunan harga ini bisa mengkompensasi daging ayam dan telur yang mengalami kenaikan harga. Karena beras memiliki bobot inflasi yang lebih besar," ujar dia.

Menurut Joko, kondisi di Madiun masih cukup aman dan stabil. Kenaikan telur sebelum Ramadan merupakan hal yang wajar karena permintaan komoditas itu permintaannya sangat banyak. Terutama untuk industri makanan dan roti. 

 

Tokopedia