Bulog Madiun Siapkan 5.000 Ton Beras dan 20 Ton Gula untuk Ramadan

Tim Satgas Pangan mengecek harga kebutuhan barang pokok di Pasar Besar Madiun menjelang Ramadan, Rabu (9/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
09 Mei 2018 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Madiun memastikan stok beras dan kebutuhan pokok lainnya aman hingga Bulan Ramadan dan Lebaran 2018. Beras yang disediakan Bulog Madiun selama Ramadan yaitu 5.000 ton dan gula pasir sebanyak 20 ton. 

Hal itu dikatakan Kepala Bulog Sub Divre Madiun, Heriswan, di sela-sela pemantauan harga barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan di Pasar Besar Madiun, Rabu (9/5/2018) pagi. Pemantauan dilakukan Tim Satgas Pangan yang terdiri atas Bulog, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Polres Madiun Kota, dan Bank Indonesia cabang Kediri.

"Setelah melakukan pemantauan. Kita sama-sama melihat harga beras cukup stabil menjelang Ramadan ini," jelas dia kepada wartawan.

Heriswan menyampaikan menjelang Ramadan dan Lebaran 2018 Bulog telah menyiapkan 5.000 ton beras yang terdiri atas 3.000 ton beras medium dan 2.000 ton beras premium. Stok ini diklaim aman hingga tiga bulan ke depan.

Selain menyiapkan beras, Bulog Madiun juga menyediakan gula sebanyak 20 ton, terigu 8 ton, dan minyak goreng 600 liter. "Saya jamin persiapan Ramadan dan Lebaran cukup aman," ujar dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Haryono, mengatakan hasil pemantauan secara umum harga kebutuhan pokok di Kota Madiun menjelang Ramadan masih normal. Selain harga yang masih normal, stok atau ketersediaan barang juga terpantau tidak ada kekurangan.

Meski terpantau normal, kata dia, ada beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti bawang merah, daging ayam, dan telur.

Menurut Gaguk, harga daging ayam tinggi karena mekanisme pengambilan barang yaitu dari pengepul harganya sudah terlampau tinggi sehingga menyebabkan harga di tingkat pengecer juga tinggi.

"Kalau kenaikan harga telur itu dipengaruhi permintaan pasar yang cukup tinggi. Menjelang Ramadan industri makanan terutama roti membutuhkan telur yang banyak," jelas Gaguk.

Sedangkan untuk harga beras, terpantau mengalami penurunan harga. Menurut Gaguk, ini disebabkan stok beras melimpah pasca-panen raya.

Seorang pedagang beras di Pasar Besar Madium, Deni Iin Andriati, mengatakan sebagian besar jenis beras mengalami penurunan harga sejak sekitar dua bulan lalu. Dia mencontohkan untuk beras medium saat ini seharga Rp8.600/kg, padahal sebelumnya Rp8.800/kg. Beras premium yang awalnya seharga Rp13.000/kg, kini turun jadi Rp12.000/kg.

"Turunnya sudah satu atau dua bulan lalu," kata dia.

Selain harga beras, harga sejumlah cabai juga mengalami penurunan yang mencapai Rp5.000/kg sepekan terakhir. Cabai keriting yang sebelumnya Rp30.000 kini menjadi Rp25.000/kg. Cabai rawit merah saat ini seharga Rp30.000/kg yang sebelumnya Rp35.000/kg.

"Bawang putih jenis cutting yang sebelumnya Rp30.000/kg saat ini menjadi Rp20.000/kg. Bawang putih jenis sinco saat ini Rp18.000/kg dan sebelumnya Rp25.000/kg," terang dia.