40 Warga Madiun Menderita Lupus, Mayoritas Perempuan

Anggota komunitas lupus Griya Yara berkampanye dalam rangka peringatan Hari Lupus Sedunia di arena CFD Jl. Pahlawan Kota Madiun, Minggu (6/5 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
06 Mei 2018 12:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 40 warga Kota Madiun  terdeteksi menderita penyakit lupus. Kemungkinan masih ada lebih banyak warga penderita penyakit ini yang belum terdeteksi.

Lupus adalah penyakit autoimun yang terjadi karena daya tahan tubuh berlebihan dan gejalanya mirip penyakit lain. Seorang sukarelawan Komunitas Peduli Lupus Madiun Griya Yara, Olenka Farra Xenya, mengatakan penyakit lupus memang kurang begitu dikenal masyarakat. Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dengan berbagai gejala yang dialami.

Untuk saat ini, jumlah pasien lupus yang bergabung komunitas ini baru 40 orang dan sebagian besar penderita adalah perempuan. Namun, Olenka meyakini masih banyak warga Kota Madiun  yang terindikasi terkena penyakit ini.

"Lupus ini bisa dikatakan penyakit dengan kekebalan tubuh berlebih. Kalau normal kan kekebalan tubuh atau imunnya seimbang. Tapi kalau lupus ini terlalu banyak sehingga menyerang organ tubuh yang lain," kata dia di saat kampanye Hari Lupus Sedunia di Arena Car Free Day Jl. Pahlawan, Kota Madiun, Minggu (6/5/2018).

Olenka menuturkan kampanye ini bertujuan supaya masyarakat lebih mengenal penyakit lupus sehingga ketika ada warga yang terindikasi penyakit ini bisa langsung berobat ke dokter atau rumah sakit. Gejala lupus biasanya panas tubuh lebih dari 38 derajat tanpa sebab yang jelas, sering merasa sangat lelah meski setelah beristirahat, sariawan selama dua pekan, nyeri sendi, kuku kaki dan tangan pusat, sensitif terhadap sinar matahari, urine terdapat kandungan protein, ruam seperti kupu-kupu pada wajah, ruam berbentuk bundar pada bagian tubuh, hingga rambut rontok.

Apabila ada orang yang mengalami empat gejala itu, dia menyarankan orang tersebut segera konsultasi ke dokter. "Kalau empat gejala sudah muncul segera konsultasi dan uji laboratorium," ujar dia.

Penyakit lupus, jelas Olenka, termasuk penyakit mematikan. Sejauh ini penyakit lupus ini tidak bisa disembuhkan. Belum ada penemuan obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini.

"Namun, dengan adanya perawatan yang tepat, penderita lupus bisa lebih bersahabat dengan penyakit ini. Konsultasi ke dokter bisa membuat tubuh bisa menjaga keseimbangan. Misalnya tidak makan makanan berpengawet maupun ber MSG," jelas dia.

Mengenai penyebab penyakit lupus yaitu lingkungan, hormon, dan genetik. Tetapi secara pasti penyebab penyakit ini belum diketahui. Sejauh ini ketiga penyebab itu yang menjadi faktor terjadinya penyakit lupus.

"Paling banyak penderita penyakit lupus adalah usia produktif dan berjenis kelamin perempuan. Kemungkinan karena perempuan memiliki hormon estrogen," jelas dia.

Olenka berharap masyarakat Madiun  yang memiliki gejala-gejala lupus bisa langsung konsultasi ke dokter dan bisa ikut gabung di Griya Yara di Jl. Graha Manis V No. 6, Perumnas Manisrejo II, Kota Madiun. Di komunitas ini, penderita lupus akan mendapatkan pembinaan mental dan semangat untuk sehat kembali.

"Kami juga berkampanye supaya penderita lupus tidak berobat ke pengobatan alternatif karena kalau salah pengobatan justru akan lebih berbahaya," jelas dia.