Jatim Targetkan Program Vokasional Kelar Tahun 2019

Ilustrasi pelajar (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
05 Mei 2018 01:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, berharap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi bisa memenuhi lowongan tenaga kerja yang ada sehingga bisa menurunkan angka pengangguran di Jatim.

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, terpenuhinya tenaga kerja terampil lewat pendidikan vokasi merupakan jawaban agar Jatim terhindar dari middle income trap.

"Pekerjaan besar kita yakni menutup kebutuhan tenaga kerja yang ada di Jatim, dan solusinya hanya melalui rekonstruksi pendidikan lewat pendidikan SMK dan program dual track," kata Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka Seminar Nasional Vokasi Jatim dan Pameran Karya SMKN 12 Surabaya, di Surabaya, Kamis (3/5/2018).

Oleh sebab itu, Pemprov Jatim menargetkan program vokasional yang mencakup terpenuhinya komposisi SMK 70 persen dan SMA 30 persen, dan menaikkan standar SMK minimal terstandarisasi Badan Standarisasi Nasional (BSN) khususnya swasta diselesaikan pada tahun 2019.

Lebih lanjut, Pakde Karwo mengatakan saat ini di Jatim terdapat 1.996 SMK dengan jumlah lulusan 220.958, namun hanya 64,11 persen yang bisa diterima di industri. Hal itu menunjukkan 40 persen kualitas lulusan dari total SMK yang ada di Jatim belum terstandar.

"Lowongan tenaga kerja yang tersedia di Jatim mencapai 390.000 hingga 400.000 dan baru bisa dipenuhi 234.000, oleh sebab itu kita masih kekurangan tenaga terampil sekitar 100.000 lebih," kata Pakde Karwo.

Untuk meningkatkan standar kualitas SMK, Pemprov Jatim tahun 2018 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan inkubator-inkubator pelatihan. Inkubator ini dibutuhkan untuk membuka dan menyerap tenaga kerja di bidang industri, dan untuk mewadahi siswa SMK yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Lewat inkubator-inkubator yang dibuat nantinya akan semakin melatih ketrampilan siswa-siswa SMK dan bisa menjawab tantangan dunia usaha dan industri," ujarnya.

Dia menambahkan desain revitalisasi SMK yang telah dibuat oleh Pemprov Jatim di antaranya melalui link and match dengan industri, program filial dengan pergruan tinggi, pembentukan SMK BLUD dan double track ekstrakurikuler vokasi di SMA dan MA. Selain itu, ada pula SMK berbasis kluster yang fokus mengelompokkan vokasional tertentu.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman mengemukakan pihaknya saat ini tengah mengembangkan teknologi di pertanian dan pengolahan hasil pertanian di SMK.

"SMK harus dikembangkan di jurusan tersebut. Negeri ada beberapa ditambah swasta. SMK 5 Jember kita kembangkan kerja sama dengan Belanda. Pengolahan hasil pertanian oleh SMK sudah mulai layak jual," tuturnya.

Dia mengatakan Dinas Pendidikan telah menyiapkan guru-guru dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Brawijaya (UB) dan juga alumni yang berhasil di industri untuk mengajar di SMK tersebut.

Sumber : Antara