Nilai Matematika UN SMA di Kota Madiun Jeblok karena HOTS

Aksi coret-coret seragam mewarnai perayaan kelulusan SMA/SMK di Kota Madiun, Kamis (3/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
03 Mei 2018 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Nilai mata pelajaran matematika di Ujian Nasional (UN) tingkat SMA di Kota Madiun tahun 2018 jeblok dibandingkan nilai pada mata pelajaran lainnya. Salah satu penyebabnya yaitu ada sejumlah pertanyaan sulit atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) dalam soal matematika UN lalu.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Madiun, Imron Rosidi, mengatakan seluruh siswa SMA di Kota Madiun dinyatakan lulus 100%. Kelulusan diumumkan secara serentak melalui website masing-masing sekolah.

Imron menuturkan nilai UN untuk mapel matematika seluruh siswa SLTA di Kota Madiun jeblok atau turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan nilai matematika pada UN tahun ini menjadi paling rendah di antara mata pelajaran lainnya. Sedangkan untuk nilai rata-rata mapel paling tinggi yaitu Bahasa Indonesia dan mapel pilihan.

Salah satu penyebab nilai matematika jeblok yaitu salah satunya karena adanya soal yang masuk kategori HOTS. Dan soal itu dianggap sulit oleh peserta UN.

"Hasil ini sama seperti yang kita prediksi setelah pelaksanaan UN. Itu dikarenakan memang ada beberapa soal yang masuk kategori HOTS. Sebenarnya tidak banyak hanya 4 sampai 5 soal," jelas dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (3/5/3018).

Lebih lanjut, Imron menyampaikan di Jawa Timur persentase siswa SMA yang mendapatkan nilai di bawah 55 mencapai 85,30% meningkat dibandingkan tahun lalu yakni 85,13%. Sedangkan untuk persentase siswa SMK yang mendapatkan nilai di bawah 55 mencapai 78,88% atau naik dibandingkan tahun lalu sebanyak 55,41%. Sementara itu, untuk jenjang MA, persentase siswa yang mendapat nilai di bawah 55 mencapai 96,34% atau meningkat dari tahun lalu sebesar 95,41%.

Mengenai anjloknya nilai hasil UN di Kota Madiun, kata dia, sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur setiap kepala sekolah di daerah diminta meningkatkan kemampuan guru-guru mapel matematika dan IPA melalui pelatihan. Guru mapel tersebut disarankan untuk dilatih dosen dari perguruan tinggi seperti ITS, Unair, Universitas Brawijaya Malang. Ini bertujuan supaya guru mapel itu memiliki kemampuan yang lebih mumpuni.

"Dindik Jatim juga berencana melakukan mutasi guru atau pindah mengajar. Supaya guru mendapat pengetahuan baru di lingkungan yang baru," kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Madiun ini. 

Tokopedia