1.600 Pengendara Kena Tilang Selama Operasi Patuh di Madiun

Polisi memeriksa pengendara saat razia di Terminal Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (3/5/2018). ( - Madiunpos.com/Abdul Jalil)
03 Mei 2018 23:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 1.600 pelanggar lalu lintas dijaring selama delapan hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2018 yang digelar Polres Madiun. Pelanggaran paling banyak yaitu tidak membawa surat-surat kendaraan bermotor.

KBO Lantas Polres Madiun, Ipda I Made Jata Wiranegara, mengatakan ada sebanyak 1.600 pelanggar lalu lintas selama delapan hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2018. Sebagian besar pelanggaran yaitu tidak melengkapi surat-surat kendaraan bermotor dan belum tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dia menuturkan dalam sehari ini ada sebanyak 41 surat tilang yang dikeluarkan dengan rincian untuk roda dua sebanyak 30 pengendara kendaraan roda dua dan 11 pengemudi kendaraan roda empat serta bus.

"Sebagian besar pelanggaran Pasal 281 karena tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor seperti STNK dan SIM. Ada juga STNK sudah mati pajaknya," jelas dia setelah gelar operasi di Terminal Caruban, Kamis (3/5/2018).

Jata menuturkan petugas selama operasi juga merazia kendaraan box dan bus untuk antisipasi peredaran minuman keras.

"Ini merupakan salah satu upaya cipta kondisi wilayah Kabupaten Madiun. Operasi ini juga melibatkan TNI, PM Perpajakan, dan PN untuk sidang di tempat bagi pelanggar lalu lintas," jelas Jata. 

Tokopedia