Proyek Tol Berlanjut ke Nganjuk-Kediri Sepanjang 22 Km

Presiden Jokowi saat meresmikan tol Ngawi-Kertosono di Madiun, Kamis (29/3 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
01 Mei 2018 22:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN — Setelah jalan tol ruas Ngawi-Wilangan  dioperasikan, saat ini pemerintah ancang-ancang untuk membangun jalan tol di wilayah Kediri. Pembangunan jalan tol di wilayah Kediri ini menjadi salah satu upaya membuka jalur di wilayah selatan.

Pemerintah sudah menyiapkan anggaran senilai Rp2,7 triliun untuk membuka jalur di wilayah Kediri itu. Sedangkan untuk penggarap mega proyek itu adalah dipercayakan ke PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ). Setelah mendapat kepercayaan untuk membangun jalan tol Nganjuk-Kediri, kini PT NKJ sudah berubah nama menjadi PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK).

Direktur Utama PT JNKK, Iwan Moedyarno, mengatakan jalan tol Nganjuk-Kediri ini rencananya sepanjang 22 km dengan dua simpang susun. Simpang susun  akan ada di wilayah Papar, Nganjuk, dan wilayah Banyakan, Kediri.

Dia menuturkan pembangunan jalan tol Kediri ini merupakan salah satu program pemerintah Jokowi untuk membuka jalur di wilayah selatan. Ke depan jalur ini bisa diperpanjang ke Tulungagung, Blitar, Malang, hingga Banyuwangi.

“Proyek ini yang menggarap nanti PT NKJ. Setelah mendapat proyek ini, kini PT NKJ berubah menjadi PT JNKK,” kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Senin (30/4/2018).

Iwan menuturkan saat ini proyek jalan tol  Nganjuk-Kediri ini belum mulai pembangunan infrastrukturnya. Dia masih menyurvei lokasi dan proses penempatan lokasi dari Gubernur Jawa Timur.

Setelah tahapan penempatan lokasi selesai, kata dia, ditargetkan pada triwulan pertama 2019 sudah mulai pembebasan lahan. Sebagian besar lahan yang dibebaskan kemungkinan mencakup perkampungan warga.