Punya PNM dan API, Kota Madiun Kini Dikenal sebagai Kota Pelajar

Sekda Kota Madiun, Rusdiyanto, memberi sambutan di Forum Koordinasi Kehumasan di Kota Madiun, Senin (30/4 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
01 Mei 2018 14:05 WIB Advertorial Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN — Kota Madiun kini tidak hanya dikenal sebagai kota perdagangan maupun jasa, saat ini Kota Madiun juga dikenal sebagai kota pendidikan. Hal ini tercermin dari banyaknya lembaga pendidikan baik setingkat SLTA maupun perguruan tinggi yang tersebar di Kota Madiun.

Saat ini Kota Madiun menjelma menjadi pusat pendidikan dan kota pelajar bagi warga Madiun atau wilayah di sekitarnya, seperti Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Beberapa perguruan tinggi negeri di Kota Madiun yakni Politeknik Negeri Madiun (PNM) dan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API). Bahkan API yang beralamat di Jl. Tirta Raya, Kota Madiun, merupakan satu-satunya akademi perekeretapian di Indonesia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Rusdiyanto, mengatakan pandangan orang terhadap Kota Madiun  kini sudah bergeser. Kota Madiun yang dulu dikenal sebagai kota pensiunan kini menjelma menjadi kota pelajar. Itu dilihat dari jumlah pelajar baik tingkat SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi yang sangat banyak.

“Dengan jumlah pelajar, bukan hanya mahasiswa, yang cukup banyak sepertinya sudah cukup bisa dikatakan sebagai kota pelajar,” ujar dia kepada wartawan seusai acara Forum Koordinasi Kehumasan dan Jumpa Pers Penyelenggaraan Pendidikan Menengah dan Peluang Pendidikan Tinggi di Kota Madiun, Senin (30/4/2018).

Dia meyakini suatu daerah yang memiliki sistem pendidikan maju akan berimbas pada kesejahteraan masyarakatnya. Pendidikan menjadi faktor penting dalam pengembangan suatu wilayah dan kualitas sumber daya manusianya.

Untuk itu, Pemkot Madiun pada 2018 ini menggelontorkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk bantuan berupa beasiswa kepada warga kurang mampu yang masuk ke perguruan tinggi. Setiap mahasiswa asal Kota Madiun yang lolos seleksi beasiswa akan mendapatkan bantuan senilai Rp750.000/bulan.

Beasiswa ini tidak hanya untuk mahasiswa perguruan tinggi negeri, melainkan juga perguruan tinggi swasta. Dukungan Pemkot Madiun terhadap kualitas pendidikan juga terlihat dari pendirian kampus negeri seperti Politeknik Negeri Madiun (PNM) dan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API). Pemkot Madiun  menjadi salah satu inisiator berdirinya kampus negeri tersebut.

Rusdiyanto menyampaikan PNM dan API bukan saingan perguruan tinggi lain yang lebih dahulu berdiri di Kota Madiun. Dua kampus negeri ini melengkapi dan saling mengisi dengan perguruan tinggi lainnya.

Seorang dosen di PNM, Achmad Aminudin, mengatakan mulai tahun ajaran 2018 ini PNM membuka program studi baru yaitu D3 Teknologi Informasi. Program keahlian ini nantinya akan menghasilkan programmer, IT developer, dan wirausaha di bidang IT. Dia menegaskan saat ini seluruh prodi di PNM sudah terakreditasi B dari BAN PT.

“PNM masih membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur ujian masuk politeknik negeri [UMPN] dan jalur mandiri. Saat ini kami mengelola beasiswa bidikmisi dan PPA,” kata Aminudin.

Kepala Sub Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan API, Rachmat Sadili, mengatakan mulai tahun ini API membuka pendaftaran untuk program pola pembibitan atau program ikatan dinas. API mendapatkan kuota dari Kementerian Perhubungan untuk mendidik 96 mahasiswa dalam program ikatan dinas tersebut.

Seluruh biaya pendidikan untuk program ikatan dinas akan ditanggung oleh pemerintah. Setelah lulus dari program ini, mahasiswa tersebut akan langsung menjadi PNS di Kementerian Perhubungan.

“Selain program itu. kami juga ada program bantuan untuk pelajar berprestasi yaitu yang peringkat 1, 2, dan 3 akan mendapatkan bebas uang makan beberapa bulan,” jelas dia.

Rachmat menambahkan untuk pendaftaran program ikatan dinas paling terakhir yaitu Senin (30/4/2018). Sedangkan untuk program reguler mulai dibuka pada 1 Mei hingga 30 hari ke depan.

Ada empat program studi di API yaitu prodi DIII Teknik Bangunan dan Jalur Perkeretaapian, prodi DIII Teknik Mekanika Perkeretaapian, prodi DIII Teknik Elektro Perkeretaapian, dan prodi DIII Manajemen Transportasi Perkeretaapian. (Adv)

 

Tokopedia