Ratusan Driver Gocar Geruduk Kantor Pengelola di Madiun, Ini Tuntutannya

Pengemudi Go-Car menggeruduk kantor Go-Jek Madiun di Jl. Thamrin Kota Madiun, Senin (30/4 - 2018). Mereka menyampaikan keberatan atas perubahan skema bonus dan target. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
30 April 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sekitar 200 pengemudi Gocar menggeruduk kantor Gojek/Gocar Madiun di Jl. Thamrin, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (30/4/2018) pagi. Mereka menuntut skema target dan bonus kembali seperti semula.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, ratusan pengemudi Gocar mendatangi kantor Gojek dengan berbagai spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka. Di kantor Gojek Madiun, mereka berorasi dan meneriakkan tuntutannya. Namun, manajemen Gojek Madiun tidak menemui para pengunjuk rasa. 

Koordinator aksi tersebut, Ricky Tobing, mengatakan pengemudi taksi online yang bermitra dengan perusahaan aplikator Gojek menuntut untuk pengembalian skema target dan bonus seperti semula. Dia menilai skema yang saat ini diterapkan sangat tidak adil dan target sangat memberatkan.

Ricky menyampaikan perubahan skema target dan bonus untuk mitra driver Gocar wilayah Madiun dikeluarkan pada tanggal 16 April 2018 dan berlaku efektif per tanggal 17 April 2018.

Dia memerinci untuk skema target dan bonus awal mitra Gojek yaitu 7 poin mendapatkan Rp75.0000, 9 poin mendapatkan Rp100.000, 12 poin mendapatkan Rp125.000. Sehingga total perolehan 12 poin bonusnya Rp300.000.

Sedangkan untuk skema target dan bonus per tanggal 17 April 2018 yaitu 7 poin mendapatkan Rp40.000, 12 poin mendapatkan Rp50.000, dan 16 poin mendapatkan Rp70.000. Sehingga total perolehan bonus untuk 12 poin yaitu Rp160.000.

"Kenaikan target yaitu dari 12 menjadi 16. Tetapi ada penurunan intensif yaitu dari Rp300.000 menjadi Rp160.000 atau sebesar 47%," jelas dia di sela-sela aksi.

Driver Gocar ini menegaskan dengan adanya penurunan bonus dan target poin yang tinggi tentu akan semakin mencekik  pengemudi Go-Car di wilayah Madiun. Apalagi melihat luas wilayah dan jumlah penduduk di Kota Madiun.

"Konsumen di Madiun itu tidak banyak. Apalagi dengan banyaknya driver. Tentu jumlah target ini memberatkan driver," jelas dia.

Dia menambahkan saat ini driver aktif taksi online baik dari aplikator Gojek maupun Grab di Kota Madiun ada sekitar 600 orang. 

Para pengemudi Gocar ini menuntut supaya skema target dan bonus bisa dikembalikan dan menjadi layak dan realistis dengan kondisi Kota Madiun. Pihaknya juga meminta PT Gojek Indonesia lebih terbuka dalam hal dasar-dasar perhitungan dan alasan perubahan skema target.

"Untuk skema target yang baru ini saja tidak ada sosialisasi terlebih dahulu," jelas dia. 

Tokopedia