Kerap Terjadi Lakalantas, Tol Ngawi-Kertosono Dievaluasi

Presiden Jokowi saat meresmikan tol Ngawi-Kertosono di Madiun, Kamis (29/3 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
29 April 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK) selaku pengelola Tol Ngawi-Kertosono akan mengevaluasi operasional jalan tol tersebut. Hal itu menyusul beberapa kali kecelakaan lalu lintas  (lakalantas) di jalan tol yang baru diresmikan dan dibuka Presiden Jokowi sebulan lalu itu.

Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK), Iwan Moedyarno, mengatakan jalan tol Ngawi-Kertosono sudah sesuai standar internasional baik dari sisi infrastruktur maupun penerangan jalannya. Saat malam, sepanjang jalan tersebut memang dibuat gelap dan tidak ada penerangan sama sekali. Hal itu sudah sesuai standar internasional.

Meski tidak ada penerangan jalan di Tol Ngawi-Kertosono, kata dia, pengelola sudah memasang reflektor dan rambu-rambu lalu lintas yang jelas. "Memang tidak disiapkan lampu jalan. Tapi kita siapkan rambu-rambu yang jelas. Reflektor jelas. Kalau di interchange terang. Seperti di Bagi, Caruban, dan Ngawi. Itu sudah standarnya," jelas dia saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/4/2018).

Mengenai beberapa peristiwa lakalantas  di ruas jalan tol itu, dia akan melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut. Menurut Iwan, kalau dalam evaluasi dibutuhkan penerangan jalan nantinya di dalam jalan tol akan ditambah lampu penerangan jalan.

"Kalau memang dibutuhkan nanti ditambah penerangan jalan. Tetapi standarnya memang sudah seperti itu," jelas dia.

Untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran 2018, PT JNKK sudah menyiapkan empat rest area di empat lokasi baik di wilayah Ngawi maupun Madiun. Di rest area akan ada SPBU portabel, minimarket, toilet, musala, dan tempat parkir.

"Kalau SPBU yang besar belum ada. Kita sudah kerja sama dengan Pertamina untuk menyediakan SPBU portabel di lokasi rest area," terang Iwan.