Begini Cara Pemprov Jatim Siapkan Difabel Masuk Dunia Kerja

Ilustrasi penyandang disabilitas - ANTARA
26 April 2018 23:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Penanganan penyandang disabilitas atau difabel harus dimulai dari hulu hingga hilir, yakni sejak mereka dilahirkan hingga dewasa. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pun menyiapkan sejumlah langkah terkait kesiapan anak disabilitas memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah.

Kepala Biro Humas, Protokol, dan Kerjasama Pemprov Jatim, Benny Sampirwanto mengatakan salah satu langkah menyiapkan lulusan anak disabilitas yakni dengan memberikan pembekalan cukup agar bisa memenuhi kriteria perusahaan.

"Kami akan lakukan pendekatan secara persuasif ke perusahaan untuk mau menerima lulusan disabilitas. Apalagi sekarang ada peraturan yang menetapkan bahwa setiap perusahaan tenaga kerjanya minimal 2% tenaga kerja disabilitas,” jelasnya dalam rilis yang diterima Bisnis/JIBI, Rabu (25/4/2018).

Lebih lanjut, Benny Sampirwanto menjelaskan apabila masalah disabilitas diketahui sejak dini maka perkembangannya akan lebih baik saat dewasa karena mendapat penanganan yang tepat.

"Saat ini teknologi semakin canggih, jika ada anak disabilitas diketahui sejak dini bisa diberi alat bantu. Keberadaan Resource Center kerja sama antara Pemprov Jatim dengan Australia Barat yang ada di Sidoarjo dan Gresik, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk deteksi dini kelainan pada anak," jelasnya.

Sejalan dengan langkah pemprov tersebut, Kemenristek Dikti tahun ini juga telah menyiapkan beasiswa untuk 1.000 mahasiswa/mahasiswi disabilitas mulai tingkat awal hingga lulus.