Tayangan Debat Pilkada 2018 Diprotes, KPU Kota Kediri Minta Maaf

Ilustrasi debat Pilkada. (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
26 April 2018 05:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri meminta maaf terkait adanya keberatan dari salah satu tim pasangan pendukung pasangan calon (paslon) kepala daerah atas tayangan debat kandidat di televisi.

"KPU Kota Kediri meminat maaf atas ketidaknyamanan tayangan acara langsung pada kegiatan debat kandidat tersebut. Kami mengakui kekurangan tersebut dalam rangka sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan di masa yang akan datang, agar hal yang sama tidak terulang lagi," kata Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofik yang akrab disapa Gus Rofik, Selasa (24/4/2018).

Sebelumnya, tim pendukung pasangan calon kepala daerah Kota Kediri nomor urut tiga, Samsul Ashar - Teguh Juniadi, keberatan terhadap proses tayangan debat kandidat, yang dinilai tidak profesional dan meminta agar KPU meminta maaf.

"KPU harus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh warga kota ini serta tidak memakai lagi stasiun TV yang menyiarkan debat pertama tersebut," kata Roy Kurnia Wirawan, salah satu tim sukses paslon Samsul Ashar - Teguh Juniadi di Kediri, Selasa.

Tim tersebut melayangkan protes ke KPU Kota Kediri. Ada sejumlah perwakilan dari tim sukses yang datang. Mereka dialog langsung dengan Ketua KPU yang juga didampingi dengan komisioner KPU Kota Kediri lainnya.

Debat kandidat diselenggarakan pada Senin (23/4.2018) malam di IKCC Hotel Insumo Kota Kediri. Acara tersebut diikuti tiga pasangan calon, yaitu nomor urut satu, Aizzudin dan Teguh Sudjono, lalu pasangan petahana Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah, serta yang ketiga pasangan Samsul Ashar - Teguh Juniadi.

Proses debat kandidat ini dilakukan secara langsung oleh salah satu televisi di Kota Kediri. Siaran berjalan dengan lancar, namun dari tim sukses pasangam nomor urut tiga menilai kameramen lebih banyak menyorot pasangan petahana.

Debat juga berjalan dengan lancar hingga selesai, hingga akhirnya tim sukses pasangan calon mendatangi kantor KPU Kota Kediri, meminta penjelasan dari KPU serta mendesak agar KPU meminta maaf.

Lebih lanjut Gus Rofik mengatakan sudah melakukan evaluasi dari hasil siaran langsung debat kandidat tersebut, termasuk dialog dengan tim yang bertanggung jawab dari stasiun televisi serta penyelenggaran kegiatan atau EO.

"Jadi, itu ada kesalahan teknis dan kurang kepekaan yang menyorot. Kami sudah peringatkan dan kami sudah rapat untuk jadi perhatian pihak EO ke depannya agar tidak terulang di masa datang," kata dia.

Ia juga mengatakan, kegiatan debat kandidat sesuai dengan jadwal dilakukan dua kali. Yang pertama sudah dan tinggal pelaksanaan yang kedua, yang direncanakan akhir Juni 2018. Selama jeda itu, berbagai hasil di debat yang pertama jadi bahan pertimbangan dan masukan.

Namun, pihaknya juga tetap akan menyelenggarakan lewat siaran langsung, sebab hal itu tidak melanggar aturan. KPU hanya akan lebih menegaskan lagi pada pihak penyelenggara kegiatan, agar tidak terjadi hal yang berulang lagi.

Sumber : Antara