Polisi Ngawi Gagalkan Pengiriman 24 Botol Miras dengan Bus dari Solo

Ilustrasi penggerebekan tempat penjualan miras - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
25 April 2018 23:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Pengiriman minuman keras (miras) jenis arak jowo sebanyak dua karung (24 botol) melalui Bus Sugeng Rahayu jurusan Solo-Surabaya digagalkan oleh aparat Polres Ngawi, Jawa Timur. Polisi masih berupa mengungkap pelaku yang membawa barang haram tersebut.

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu di Ngawi, Rabu (25/4/2018), mengatakan minuman tersebut disembunyikan dalam bagasi bus. Bus Sugeng Rahayu yang mengangkut minuman keras tersebut bernomor polisi W-7188-UY. 

Saat dilakukan razia, katanya, tidak ada penumpang yang mengaku memiliki barang tersebut. Namun satu penumpang diketahui turun sebelum bus memasuki daerah perbatasan Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, dengan Sragen, Jawa Tengah.

"Diduga, penumpang atau pemilik barang tersebut mengetahui ada razia yang digelar polisi di daerah perbatasan Mantingan," ujar AKBP Pranatal Hutajulu kepada wartawan.

Dia menerangkan pengiriman minuman keras itu diketahui saat polisi menggelar Operasi Tumpas Semeru untuk memberantas peredaran minuman keras. Sebelumnya, Polres Ngawi telah mendapat informasi akan ada pengiriman minuman keras melalui bus penumpang.

Untuk kepentingan pemeriksaan, polisi membawa kernet dan kondektur bus. Polisi juga menyita 24 botol minuman keras sebagai barang bukti. Sedangkan penumpang lainnya dialihkan ke bus lainnya untuk melanjutkan perjalanan.

Berdasarkan keterangan dari awak bus, ungkap Pranatal Hutajulu, barang tersebut masuk ke dalam bagasi bus melalui jasa panggul di Terminal Tirtonadi Solo.

Kapolres menambahkan pihaknya akan mengembangkan kasus penyelundupan minuman keras tersebut dari Solo lebih lanjut untuk memburu pemiliknya.

Sumber : Antara