Rp19 Miliar Dialokasikan untuk Perlindungan Konsumen di Jatim

Ilustrasi uang (Antara/Sigid Kurniawan)
25 April 2018 15:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Sekitar 8%-11% atau Rp9 miliar-Rp19 miliar dari total anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur selama 2015-2018 dialokasikan untuk program perlindungan konsumen.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan Pemprov Jatim melalui Disperindag memiliki lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Konsumen di wilayah Surabaya, Malang, Kediri, Bojonegoro dan Jember.

"UPT ini bertugas melakukan pengawasan barang beredar dan jasa, pemberdayaan konsumen dan pelaku usaha," katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (24/4/2018).

Dia mengatakan Pemprov Jatim juga memiliki daerah tertib ukur yang di dalamnya terdapat enam pasar tertib ukur dan berstandar nasional/SNI sert, 21 kota/kabupaten yang memiliki kantor metrologi tersendiri.

Dalam melindungi konsumen, Pemprov Jatim memikiki sejumlah program di antaranya seperti membentuk Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar dengan anggota antara lain Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan serta Bea cukai.

Program kedua, melakukan pembinaan dan mendorong Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) untuk menyelesaikan sengketa konsumen.

Ketiga, membuat Dashboard PEPI (Dashboard Peningkatan Ekspor Pengendalian Impor) yang bertujuan mendorong kelancaran proses ekspor dan meningkatman pengawasan terhadap barang impor dalam rangka peelindungan konsumen.

Upaya tersebut meliputi pengawasan terhadap perlindungan kepentingan pembangunan ekonomi nasional, pengawasan aspek kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen, termasuk membentuk layanan pengaduan secara online untuk eksportir dan importir terkait hambatan ekspor impor.

Langkah keempat, adanya Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jawa Timur (Siskaperbapo) sebagai perlindungan konsumen dengan memberikan informasi ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok kepada masyarakat luas.

Siskaperbapo menjadi acuan pengambilan kebijakan apabila terjadi disparitas dan lonjakan harga yang terlalu jauh antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

 

Sumber : Antara