KPU Kota Madiun Sosialisasikan Larangan Paslon Bagi-Bagi Uang

Ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
25 April 2018 11:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sekitar 400 orang mengikuti sosialiasi tentang Pilkada Serentak tahun 2018, baik Pilkada Kota Madiun maupun Pilkada Jawa Timur, di Wisma Haji Kota Madiun, Selasa (24/4/2018). Peserta sosialisasi terdiri atas ibu-ibu penggiat PKK, perwakilan ormas dan LSM, serta perwakilan segmen penyandang disabilitas.

Kegiatan itu diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun guna meningkatkan partisipasi masyarakat saat pemungutan suara pada 27 Juni mendatang. Ketua KPU Kota Madiun Sasongko mengatakan sosialisasi pilkada tersebut bertajuk Bersama Kita Sukseskan Pilkada Serentak Tahun 2018 Menuju Madiun Lebih Maju dan Sejahtera.

"Pendidikan politik penting bagi masyarakat agar dalam pemilu tidak salah pilih dan hanya ikut-ikutan saja. Sehingga, keinginan dan harapan masyarakat dapat dilaksanakan oleh pemerintah," ujar Sasongko.

Dalam kegiatan tersebut, KPU menjabarkan visi dan misi dari masing-masing pasangan calon. Dengan mengetahui rencana kerja para calon wali kota dan wakil wali kota, diharapkan masyarakat lebih mudah menentukan pilihan yang sesuai dengan keinginan.

Sasongko juga meminta agar masyarakat menjauhi politik uang, kampanye hitam, dan tindakan anarkistis. "Memberi bahan makanan boleh, kaus juga boleh. Yang tidak boleh itu jika pasangan calon memberikan uang," tegasnya.

Ketua KPU Kota Madiun Sasongko menambahkan pihaknya telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pilkada nanti. Jumlah pemilih yang tercatat mencapai 149.026 orang. Harapannya, seluruh warga yang sudah tercantum namanya dalam DPT bisa memberikan hak suaranya untuk memilih kepala daerah yang baru.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan seluruh pasangan calon telah melalui tahapan seleksi. Mereka adalah orang-orang terpilih yang bertarung dalam pilkada. Namun, hanya satu pasangan saja yang akan menang.

"Karenanya, saya mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam menentukan pilihannya. Harus dipikirkan risikonya," ungkap Sugeng Rismiyanto.

 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara