Dispertan Bojonegoro Bagikan Benih Tembakau Besertifikasi Gratis

Tanaman tembakau (Bisnis/Dwi Prasetya)
24 April 2018 15:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Sedikitnya 10 kelompok tani serta satu pengusaha telah mengambil benih tembakau besertifikasi yang dibagikan Dinas Pertanian (Dispertan) Bojonegoro. Kelompok tani yang sudah mengambil benih tembakau itu dari Kecamatan Kanor, Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, dan Kecamatan Sumberrejo.

"Ada 10 kelompok tani dan satu pengusaha tembakau yang mengambil benih tembakau dengan jumlah 7,4 kilogram, baik tembakau Virginia Voor Oogst (VO) dan Jawa, sejak pekan lalu," kata Kepala Bidang Tanaman Semusim Dinas Pertanian Bojonegoro Imam Wahyudi, di Bojonegoro, Selasa (24/4/2018).

Imam Wahyudi memerinci benih tembakau sebanyak 7,4 kilogram itu, terdiri atas jenis Virginia VO T-45 sebanyak 6 kilogram, Virginia VO K-e326 sebanyak 0,4 kilogram, dan Jawa Grompol Jatim 1 kilogram.

"Petani di sentra tembakau itu sudah mulai mempersiapkan untuk membuat persemaian, sehingga bisa menanam tembakau sesuai jadwal tanam Mei-Juni," kata dia.

Menurut dia, dinas pertanian memiliki stok benih tembakau Virginia VO Bojonegoro 1 sebanyak 272,85 kilogram, Virginia VO K 326 sebanyak 16,5 kilogram, Jawa Grompol Jatim 19,5 kilogram dan Jawa Beligon 107,95 kilogram.

"Jumlah stok benih tembakau 416,536 kilogram itu kemudian dibagikan secara gratis kepada petani sebanyak 7,4 kilogram. Benih tembakau 10 gram bisa dimanfaatkan untuk lahan seluas 1 hektare sudah termasuk untuk sulaman," tuturnya.

Dia menjelaskan ada petani yang belum mengambil benih tembakau bersertifikasi karena masih menunggu panen tanaman padi. Ia mencontohkan sejumlah petani di Kecamatan Kepohbaru, yang dikenal sebagai sentra tembakau belum mengambil benih tembakau karena masih menunggu panen tanaman padi yang sekarang masih berusia sebulan.

"Para petani di sejumlah desa di Kecamatan Kepohbaru, baru bisa menanam tembakau sekitar Juni," ujarnya.

Imam Wahyudi membeberkan pihaknya mengumpulkan pabrikan/pengusaha tembakau untuk mengetahui kebutuhan pembelian tembakau baik Virginia VO maupun Jawa tahun ini.

Dari hasil pertemuan itu, ungkap dia, PT Djarum Kudus melapor akan mmebelii tembakau Virginia VO sebanyak 3.500 ton, CV Central Agro Mandiri di Kecamatan Balen, akan membeli tembakau hang (Virginia VO) 1.000 tong dan UD Sumber Mulyo Kecamatan Kapas, 1.000 ton.

"PT Gudang Garam dan PT Bentoel, juga pengusaha tembakau lainnya belum melapor jumlah pembelian tembakau tahun ini," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, dinas pertanian belum bisa memproyeksikan luas tanaman tembakau Virginia VO dan Jawa pada musim tanam tahun ini.

"Kami masih menunggu pabrikan rokok juga pengusaha melaporkan kebutuhan tembakau tahun ini untuk menentukan proyeksi luas tanaman tembakau," ujarnya.

 

Madiun, 23/4 (Antara) - Petugas gabungan meninjau kondisi salah satu jembatan yang ada di Kota Madiun, Jawa Timur, guna mengantisipasi musibah seperti Jembatan Widang di Tuban perbatasan Kabupaten Tuban dengan Lamongan yang baru-baru ini ambruk.
Petugas gabungan tersebut berasal dari Polres Madiun Kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Balai Besar Jalan Nasional 8 Jawa Timur, Dishub Kota Madiun, dan UPT Pengairan Provinsi Jawa Timur di Madiun.
Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu, Senin mengatakan jembatan yang ditinjau adalah Jembatan Branjangan yang berada di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
"Jembatan Branjangan ini menghubungkan Kota Madiun dengan Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan. Dari sisi konstruksi, jembatan ini dinilai layak untuk lalu lalang kendaraan," ujar AKBP Nasrun kepada wartawan.
Ia menjelaskan, selain sebagai langkah antisipasi musibah jembatan ambruk, peninjauan Jembatan Branjangan tersebut juga untuk mempersiapkan kondisi jalan dan jembatan untuk arus mudik dan balik Lebaran 2018.
Ia menilai, jembatan yang menghubungkan tiga kota/kabupaten tersebut akan banyak dilalui kendaraan umum dan pribadi saat masa angkutan lebaran mendatang.
Sementara, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun Thoriq Megah mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, konstruksi Jembatan Branjangan masih cukup layak.
"Setelah dilakukan pengecekan dari segi sambungan, fondasi, dan bantalan, kondisi Jembatan Branjangan masih cukup bagus," kata Thoriq.
Selain peninjauan secara mendadak, pengecekan dan pemeliharaan secara rutin terhadap jembatan tersebut juga terus dilakukan oleh dinas terkait.
Dari segi konstruksi, Jembatan Branjangan dibangun dari baja dengan lebar 8 meter dan panjang 123 meter. Setiap harinya jembatan tersebut dilalui oleh kendaraan roda dua, mobil pribadi, truk, dan juga angkutan umum seperti bus serta angkutan kota.
Ia menambahkan, dari 118 jembatan yang ada di Kota Madiun, hingga akhir tahun 2017 dipastikan semuanya masih dalam kondisi baik.

 

Tokopedia

Sumber : Antara