Puti Guntur Berjanji Naikkan Insentif GTT/PTT Lamongan Jadi Rp500.000

Puti Guntur Soekarno. (Antara/Seno)
24 April 2018 01:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpod.com, LAMONGAN -- Para kandidat Pilkada Jawa Timiur (Jatim) 2018 kian giat memanfaatkan masa kampanye untuk menyampaikan janji kesejahteraan. Pada Senin (23/4/2018), calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno berjanji menaikkan insensif guru tidak tetap (GTT)/Pegawai Tidak Tetap (PTT) melalui penandatanganan kontrak politik di Lamongan.

"Kami juga akan mendesak pemerintah pusat untuk menghentikan moratorium guru karena guru memiliki peran penting dalam mendidik anak bangsa," kata Puti saat berkampanye di GOR Lamongan.

Dalam kontrak politik disebutkan, pasangan Cagub dan Cawagub Gus Ipul-Puti Guntur diminta berkomitmen menaikkan insentif GTT/PTT di Lamongan dengan besaran kenaikan pendapatan dari Rp200 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan.

Isi kontrak politik lain adalah pasangan itu diminta untuk meningkatkan pendapatan ekonomi pegawai honorer melalui program kredit usaha mikro, dan memberikan jaminan sosial pada GTT/PTT melalui Kartu Jatim Sehat.

"Dengan ridha Allah SWT, jika kami terpilih dan ditakdirkan memimpin Jawa Timur akan berkolaborasi dengan kabupaten/kota untuk peningkatan insentif GTT/PTT. Kami akan perjuangkan insentif GTT/PTT di Lamongan ini, dari Rp200.000 menjadi Rp500.000," kata Puti, dalam janjinya.

Ketua Forum Honorer Non Kategori (FHNK), Syukran mengaku senang dengan penandatanganan kontrak politik itu. Di pihak lain, para GTT/PTT akan turut berjuang untuk menambah dukungan suara bagi Gus Ipul-Puti Guntur.

"GTT/PTT akan berjuang bersama Gus Ipul-Mbak Puti. Kami berkeyakinan, kalau keduanya terpilih, kesejahteraan kami akan diperhatikan dan ditingkatkan," katanya.

Tokopedia

Sumber : Antara