Korban Selamat Beberkan Kronologi Minibus Wisata Terjun ke Jurang Magetan

Minibus rombongan wisatawan ke Telaga Sarangan terjun ke jurang di Jalan Raya Plaosan-Sarangan, Magetan, Minggu (22/4 - 2018). (Istimewa/Polres Magetan)
23 April 2018 13:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Kecelakaan minibus terjun ke jurang di Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Minggu (22/4/2018), membuat warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, berduka.

Sebab, tiga warga desa tersebut meninggal saat bus yang ditumpangi mengalami kecelakaan di tanjakan Desa Dadi, Magetan, saat kegiatan piknik arisan ibu rumah tangga desa setempat.

Dari sekitar 150 anggota arisan ibu rumah tangga, hanya sebagian yang ikut piknik dengan tujuan Telaga Sarangan Magetan dan Sun City Mal Kota Madiun.

Korban selamat, Kawi, mengaku bus yang disewa dari Sragen, Jawa Tengah kondisinya tidak nyaman. Selain itu sopir juga tidak menguasai medan.

Dia memaparkan bus yang mengangkut rombongan arisan tersebut sudah nyaris celaka saat naik di tanjakan wilayah Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, namun berhasil lolos hingga akhirnya terguling di Magetan.

"Saya sempat pingsan, saat kejadian kecelakaan itu. Untungnya hanya luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang," kata Kawi kepada wartawan, Minggu.

Akibat kecelakaan tersebut, dari rombongan sebanyak 28 orang, terdapat korban meninggal tiga orang dan luka sebanyak tiga orang. Sedangkan sebagian besar anggota arisan ibu rumah tangga selamat dan hanya luka ringan.

Sementara itu, tiga korban meninggal yakni Rima Irawati, 36, dan anak semata wayangnya Fania Febriyani, 4, serta Sri Utami, 46, alias Tamini, telah dimakamkan kemarin.

Saudara korban Rima, Auliya, mengatakan sangat kehilangan atas peristiwa tersebut. Sebab, keluarganya tidak hanya kehilangan Rima, namun juga Fania yang baru berumur 4 tahun.

"Sebetulnya ibunya, Sunarti, ikut juga dalam kegiatan piknik ke Sarangan itu. Beruntung ibu selamat dan hanya luka ringan," kata dia, Minggu.

Meski satu kampung, jenazah ketiganya dimakamankan di lokasi yang berbeda. Pemakaman Rima dan Fania dilaksanakan lebih dulu.

Setelah disalatkan, jasad ibu dan anak dimakamkan dalam satu liang lahat di permakaman umum desa setempat. Sedangkan, jenazah Sri Utami alias Tamini dimakamkan di pemakaman umum desa lainnya.

Tokopedia

Sumber : Antara