Bos Pabrik Miras Oplosan di Kota Madiun Dijerat Pasal Berlapis

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, menunjukkan miras oplosan yang diproduksi di Jl. Setiyaki, Kartoharjo, Kota Madiun, di mapolres setempat, Sabtu (21/4 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
21 April 2018 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Miras Madiun, tersangka pembuat miras oplosan di Madiun akan dijerat dengan pasal berlapis.

Madiunpos.com, MADIUN -- Polres Madiun Kota akan menjerat pemilik pabrik minuman keras (miras) oplosan di Kota Madiun dengan pasal berlapis. Tersangka HS terancam hukuman penjara hingga 17 tahun.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro, mengatakan tersangka berinisial HS ini tidak hanya membuat minuman beralkohol oposan itu, tetapi juga ikut menyebarkan miras kepada masyarakat. Sehingga tersangka dituntut dengan pasal berlapis.

Perbuatan tersangka dituntut dengan Pasal 104 UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan yaitu setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standar pangan akan dipidana maksimal dua tahun atau denda maksimal Rp4 miliar. Selain itu, tersangka juga dijerat dengan Pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Logos menyampaikan pembuatan miras oplosan ini sudah dilakukan sejak empat bulan terakhir. Namun, untuk penjualannya baru dilakukan pada dua pekan terakhir.

"Untuk karyawan tersangka ada empat orang. Saat ini masih menjadi saksi. Tapi nanti arahnya akan ada tersangka lagi," jelas dia kepada wartawan, Sabtu (21/4/2018).

Logos menyampaikan tersangka mendapat keahlian membuat miras itu dari Bandung, Jawa Barat. Kemudian tersangka ingin mengembangkan usaha miras itu ke Madiun.

Dari penggerebakan pabrik miras oplosan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tong plastik, hidrometer, tabung ukur, berbagai stoples, panci presto, blender, 30 botol miras, 51 tong plastik yang berisi miras fermentasi, dan lainnya.

Tersangka HS kepada wartawan menuturkan miras oplosan dibuatnya dengan waktu cukup panjang. Proses fermentasi dari etanol bisa memakan waktu hingga dua setengah bulan.

Dia menuturkan dampak dari minuman yang diracik yaitu membuat orang mabuk. 

Tokopedia