Curhat Nenek Penjual Obat Nyamuk di Madiun Sedih Hidup Sendirian

Kondisi rumah nenek penjual obat nyamuk, Warti atau Mbah Prenjak, di Jl. Ciliwung gang IV, Taman, Kota Madiun, Kamis (19/4/2018) - Madiunpos.com/Abdul Jalil
21 April 2018 11:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Nenek Warti atau yang biasa dikenal Mbah Prenjak, penjual obat nyamuk bakar di Jl. Trunojoyo, Kota Madiun, sudah puluhan tahun hidup sendirian. Suami nenek-nenek yang berusia sekitar 80 tahunan itu sudah meninggal bertahun-tahun lalu.

Selama menikah dengan suaminya, Warti tidak dikaruniai seorang anak. Sehingga setelah suaminya meninggal, Mbah Prenjak hidup sebatang kara di rumah sederhana di Jl. Ciliwung, gang IV, Taman, Kota Madiun.

Rumah yang ditempati Mbah Prenjak cukup sempit dengan lebar 2 meter dan panjangnya 10 meter seperti lorong. Saat madiunpos.com berkunjung ke rumah Mbah Prenjak, Kamis (19/4/2018) siang, tampak berbagai kardus bekas, bungkus rokok, dan tumpukan kayu bakar.

Rumah yang sudah kusam dan berusia senja itu seperti menjadi tempat paling mewah bagi Warti. Rumah itu juga menjadi satu-satunya tempat kembali setelah lelah berjualan obat nyamuk bakar di jalanan yang dingin dan bising.

Tidak tampak perabotan mewah di rumah itu, hanya ada kursi dan tempat tidur beralas tikar plastik yang digunakan Warti untuk melepas lelah. Rumah tersebut dibangunnya sendiri dengan menjual tanah miliknya.

"Sebelah rumah ini dulunya tanah saya. Tapi sudah dijual," ujar dia.

Nenek ini mengaku senang saat ada orang datang ke rumahnya. Apalagi saat orang tersebut dengan penuh perhatian menanyakan kabarnya dan membesarkan hatinya.

Saat diajak berfoto, Mbah Prenjak juga meminta supaya foto itu dicetak dan diantar kepadanya. Kemudian foto itu akan dipajang di dinding rumahnya. Pajangan foto-foto ini bagaikan teman saat dirinya termenung sendiri di rumah itu. Beberapa foto dibungkus dengan plastik bening dan dipasang di dinding.

Dia mengatakan barang-barang bantuan dari orang yang ditaruh di rumahnya kerap dicuri. Padahal bantuan tersebut sudah ditaruh di dalam rumah. "Pintu rumah sudah dikunci. Tapi barang-barangnya banyak yang dimaling," kata Mbah Prenjak.

Meski kerap diterpa kesendirian, Warti mengaku terus bersyukur atas limpahan selamat dan sehat yang diberikan Tuhan. Ia berdoa supaya diberi umur panjang dan kesehatan

Tokopedia