Pemerintah Jamin Stok Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran 2018 Aman

Mendag Enggartiasto Lukita (tengah), Gubernur Jatim Soekarwo (kiri) dan Kepala BI Perwakilan Jatim Difi Ahmad Johansyah saat konferensi pers Rakor TPID Se-Jatim di Surabaya, Kamis (19/4 - 2018). (Bisnis/Peni Widarti)
21 April 2018 05:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Pemerintah memastikan pasokan beras maupun bahan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri tahun 2018 aman dan stabil harganya.

"Rangkaian kami menjelang hari raya besar adalah melakukan rapat koordinasi di semua wilayah. Khusus Jatim secara keseluruhan memasuki Ramadan stok ada, dan tidak ada kekurangan, apalagi beras. Kalau kurang Bulog siap suplai," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam konferensi pers Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jatim di Surabaya, Kamis (19/4/2018).

Mendag meminta pedagang beras di pasar tradisional harus menjual dan menyediakan beras medium dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Begitu juga dengan gula, minyak goreng curah dalam kemasan sederhana dan gula.

Enggartiasto Lukita menambahkan HET untuk beras medium di Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan yakni seharga Rp9.450/kg, sedangkan untuk beras premium Rp12.800/kg. Sementara untuk gula pasir HET Rp12.500/kg, daging beku Rp80.000/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/liter dan minyak goreng curah seharga Rp10.500/liter.

"Kemasan sederhana harus sudah disediakan sebelum pertengahan Mei. Kemudian telur dan daging ayam juga tidak khawatir naik tapi takut harganya terjun bebas, untuk itu kita harus berikan batas harga bawah Rp17.000, kalau sekarang di pasaran masih Rp22.000," jelasnya.

Dia mengakui komoditas yang masih menjadi persoalan pasokan sehingga harus melakukan impor yakni bawang putih dan kedelai. Meski para importir bawang putih punya kewajiban menanam 5% dari total izin impor bawang putih, tetapi produksinya belum bisa mencukupi kebutuhan Indonesia.

"Kemarin sudah masuk impor lebih dari 50.000 ton bawang putih sehingga harganya bisa dikendalikan dan kembali ke Rp25.000/kg," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo mengatakan pasokan beras di Jatim sangat mencukupi bahkan surplus dan bisa memasok ke daerah lain. Namun, khusus kedelai Jatim kekurangan pasokan sekitar 50.000 ton, dan bawang putih 12.000 ton.

"Sedangkan bawang merah di Jatim cukup melimpah terutama di sentra bawang merah Nganjuk dan Probolinggo," imbuhnya.

Adapun stok beras di Jatim untuk April hingga Juni yang dipastikan aman tersebut berdasarkan proyeksi produksi mencapai 996.496 ton dengan konsumsi 297.243 ton, sehingga surplus 699.253 ton. Selain itu, stok beras di seluruh gudang Bulog Jatim per 13 April 2018 sebanyak 147.334 ton.

Sedangkan stok gula pasir berdasarkan data produsen per 28 Februari 2018 mencapai 326.867 ton, di antaranya berada di pabrik gula sebanyak 26.875 ton, gula petani sebanyak 79.181 ton, dan pedagang sebanyak 220.810 ton, serta di gudang Bulog sebanyak 50.747 ton.

Pakde Karwo menambahkan stok aman tersebut berlaku untuk komoditas pertanian seperti cabai merah besar, cabe merah keriting, cabe rawit merah, bawang merah dan jagung hingga daging sapi, daging ayam ras, dan telur.

Tokopedia