Pilkada 2018: Fix, DPT Pilkada Jatim di Ngawi Capai 699.567 orang

19 April 2018 23:05 WIB Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur di wilayah setempat sebanyak 699.567 orang. 

Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni mengatakan jumlah DPT Ngawi untuk Pilkada Jatim yang mencapai 699.567 pemilih tersebut berkurang dari daftar pemilih sementara (DPS) sebelumnya.

"DPS Ngawi sebelumnya mencapai 707.600 orang. Setelah dilakukan verifikasi ulang dan survei lapangan, DPT menurun menjadi 699.567 orang atau berkurang sebanyak 8.033 orang," ujar Wathoni, Kamis (19/4/2018).

Pengurangan tersebut sebagian besar disebabkan banyaknya pemilih belum masuk dalam database kependudukan. Hal itu karena banyak warga Ngawi yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik (e-KTP). Sesuai aturan, pemilih yang menyalurkan hak pilihnya pada pilkada serentak mendatang harus telah melakukan perekaman data KTP elektronik.

Selain itu, pengurangan jumlah pemilih juga disebabkan pemilih tidak berdomisili di Ngawi. Mereka kebanyakan menetap di luar kota ataupun bekerja di luar negeri.

Data KPU setempat mencatat, jika dibandingkan dengan DPT pada Pilkada Ngawi tahun 2015 yang berjumlah 731.794 orang, DPT untuk Pilkada Jawa Timur 2018 di Ngawi kini berkurang drastis sebanyak 32.277 orang. Banyaknya selisih DPT tersebut karena efektifnya program KTP elektronik sehingga mengurangi data pemilih ganda.

Wathoni menambahkan bagi pemilih yang belum terdaftar dalam DPT karena belum masuk database kependudukan, haknya memilih masih dapat diselamatkan saat pemungutan suara pada 27 Juni 2018. Yakni dengan syarat telah melakukan perekaman data KTP elektronik dan memiliki surat keterangan sebagai pengganti KTP elektronik.

DPT yang sudah ditetapkan KPU tersebut masih bisa berubah karena proses perbaikan yang dilakukan. Perubahan jumlah tersebut bisa karena pengurangan ataupun penambahan.

Adapun perubahan tersebut karena kemungkinan adanya pemilih yang meninggal dunia, perubahan status menjadi TNI/Polri, serta pindah domisili bukan lagi menjadi penduduk Ngawi.

Tokopedia