Manis Segar Jeruk Pamelo Produk Unggulan Khas Magetan

Ketua Kelompok Tani Bangun Tani Buah Pamelo, Sarni, menunjukkan jeruk pamelo matang di Desa Duwet, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Rabu (18/4/2018) - Madiunpos.com/Abdul Jalil
19 April 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Jeruk pamelo atau jeruk bali yang banyak beredar di berbagai wilayah di Indonesia adalah produk unggulan dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Di kabupaten ini, tepatnya di Desa Duwet, Kecamatan Bendo, ada sekitar puluhan ribu pohon jeruk pamelo yang ditanam di sekitar 100 hektare lahan.

Untuk mendeteksi keberadaan Desa Duwet sangat mudah, yaitu saat melihat pohon jeruk pamelo tertanam di kebun maupun pekarangan rumah warga. Di desa ini, pohon jeruk yang buahnya bisa berukuran sebesar kepala orang dewasa tumbuh subur di pekarangan rumah.

Saat mengunjungi desa itu, Rabu (18/4/2018), Madiunpos.com melihat pohon jeruk pamelo yang ditanam di pekarangan rumah warga sudah mulai berbuah. Ada yang sudah menguning, tapi sebagian besar masih hijau atau belum masak.

Di rumah yang pekarangannya sempit terlihat hanya satu dua tiga pohon pamelo yang ditanam. Tapi rumah yang memiliki kebun atau pekarangannya luas, pohon pamelo yang ditanam bisa mencapai puluhan pohon.

Di perkebunan milik Sri Suparji, misalnya, buah jeruk pamelonya hanya tinggal menunggu waktu beberapa pekan untuk siap dipetik dan dijual. Di kebun milik perempuan berusia 65 tahun ini ada seribuan pohon yang ditanam di lahan seluas 4 hektare.

Setiap pohon pamelo di kebun ini memiliki buah antara 20 hingga 40 buah. Namun, ada pula satu pohon yang berbuah mencapai 100 butir.

Sri menuturkan jeruk pamelo merupakan jeruk khas Magetan. Namun, masyarakat jarang tahu jeruk pamelo atau yang kerap disebut jeruk bali ini kebunnya ada di Magetan.

Untuk jenis jeruk pamelo yang ditanam di kebunnya ada empat jenis yaitu bali merah, adas nambangan, sri nyonya, dan adas duku. Keempat jenis jeruk pamelo ini memiliki rasa yang hampir sama, tapi masing-masing memiliki ciri khas.

Dia mencontohkan adas nambangan memiliki kulit lebih tebal dan beratnya bisa mencapai 2 kg per kg. Rasanya manis dan segar. Jeruk pamelo jenis ini bisa bertahan hingga 2 bulan.

Untuk jenis bali merah lebih banyak airnya dan rasanya manis serta ada kecutnya. Satu butir jenis bali merah beratnya bisa mencapai 1,5 kg. "Yang paling banyak ada di desa ini adalah jenis adas nambangan. Jenis ini yang paling awal ada di desa ini," jelas dia.

Pohon pamelo  hanya panen satu kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei sampai Juni. Untuk bulan-bulan ini, buah sudah membesar dan tinggal menunggu masak saja.

Dia mengaku dalam satu kali panen bisa menghasilkan buah mencapai 10.000 butir. "Kalau panen kita jualnya ke tengkulak dan nanti dijual keluar daerah," ujar dia.

Ketua Kelompok Tani Bangun Tani buah pamelo, Sarni, 50, mengatakan hampir setiap rumah di Desa Duwet memiliki pohon pamelo. Menurutnya, jumlah pohon yang ditanam di desa ini mencapai puluhan ribu pohon. Sedangkan untuk hasil panen setiap tahun mencapai puluhan ribu butir jeruk.

Dia menuturkan jeruk pamelo Magetan ini sebagian besar diekspor ke berbagai daerah di Indonesia. Seperti Jakarta, Bali, Solo, Semarang, Surabaya, Bandung, dan beberapa kota di Jawa. Jeruk pamelo Magetan ini untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga bukan untuk kebutuhan industri.

"Sejauh pengetahuan kami, produsen jeruk pamelo ini hanya ada di Magetan. Sehingga jeruk pamelo yang ada di kota-kota besar bisa dipastikan itu produk dari adesa Duwet," jelas dia.