Neraca Perdagangan Jatim Surplus US$38,34 Juta pada Maret 2018

Alat berat diangkut ke kapal kargo, di Pelabuhan Rakyat Kalimas, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/6/2015). - Antara/Zabur Karuru
18 April 2018 13:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Neraca perdagangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) surplus sebesar US$38,34 juta pada Maret 2018, disebabkan adanya surplus sektor non minyak dan gas bumi (migas) yang lebih besar daripada nilai defisit sektor migas.

Kepala BPS Jawa Timur (Jatim) Teguh Pramono mengatakan dengan adanya surplus sektor nonmigas yang lebih besar ketimbang nilai defisit sektor migas maka secara agregat menjadi positif.

"Sektor nonmigas mengalami surplus US$253,65 juta, sebaliknya migas mengalami defisit US$215,31 juta," paparnya dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (16/4/2018).

Teguh menyebutkan secara kumulatif, selama Januari-Maret 2017, neraca perdagangan Jatim masih defisit US$505,48 juta. Meski sektor nonmigas surplus US$338,52 juta, tapi sektor migas masih mengalami defisit sebesar US$844 juta.

Secara keseluruhan, ekspor Jatim mencapai US$1,81 miliar pada Maret 2018. Capaian itu terdiri atas ekspor nonmigas senilai US$1,68 miliar dan ekspor migas sebesar US$130 juta. Ekspor terbanyak nonmigas pada bulan tersebut adalah komoditas perhiasan/permata, tembaga, kayu dan barang dari kayu.

Sementara itu, impor tercatat menyentuh US$1,77 miliar. Sebesar US$1,43 miliar di antaranya merupakan impor sektor nonmigas, sedangkan US$345,4 juta lainnya merupakan impor sektor nonmigas.

Impor nonmigas terbanyak pada bulan tersebut yakni mesin-mesin/pesawat mekanik, besi dan baja, plastik dan barang dari plastik, pupuk, bahan kimia organik serta gandum-ganduman, dan buah-buahan.