Awas! 4.600 Perlintasan KA di Indonesia Tak Dijaga

Kondisi KA Sancaka setelah menabrak truk tronton di Ngawi, Sabtu (7/4 - 2018) pagi. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
17 April 2018 01:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sedikitnya 4.600 perlintasan kereta api (KA) di seluruh Indonesia tak berpenjaga atau pun berpalang pintu sehingga rawan menimbulkan kecelakaan  lalu lintas. Pemerintah secara bertahap akan menutup perlintasan sebidang yang dinilai rawan tersebut.

Direktur Keselamatan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Edi Nursalam, mengatakan jumlah perlintasan sebidang yang tidak berpalang pintu lebih banyak dibandingkan perlintasan kereta yang berpenjaga atau berpalang pintu. Di seluruh Indonesia ada 5.800 perlintasan sebidang.

Namun hanya 1.200 perlintasan yang dijaga maupun berpalang pintu. "Hanya sekitar 20% yang terjaga. Selain itu perlintasan liar," kata Edi saat mengunjungi Stasiun Madiun, Rabu (11/4/2018).

Dia menyampaikan kebijakan dari pemerintah penutupan perlintasan kereta ini akan dilakukan secara bertahap. Prioritasnya perlintasan yang lebarnya kurang dari 2 meter akan ditutup lebih dulu.

Sedangkan perlintasan yang besar dan tidak ada penjagaan hanya boleh dilewati kendaraan kecil. Sedangkan untuk kendaraan besar tidak diperbolehkan melewati perlintasan itu.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pemda dan PT KAI  untuk memasang patok di perlintasan yang tidak boleh dilewati kendaraan besar," jelas dia.

Menurut Edi, pemerintah menargetkan sebelum Lebaran tahun ini proses penutupan sejumlah perlintasan yang dinilai rawan bisa segera dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi peristiwa kecelakaan KA Sancaka yang menabrak truk trailer yang melewati perlintasan sebidang tak berpenjaga di Ngawi beberapa waktu lalu.

Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Supriyanto, mengatakan di wilayah Daop Madiun  setidaknya ada 49 perlintasan tak berpenjaga maupun berlapang pintu. Dia menuturkan secara bertahap akan menutup perlintasan sebidang itu.

Dia meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta, khususnya yang tidak berpenjaga. Jangan sampai aksi ceroboh yang dilakukan menimbulkan musibah hingga hilangnya nyawa seseorang.

"Kami hanya meminta kepada masyarakat untuk lebih hati-hati saat melewati perlintasan kereta api. Tengok kanan kiri sebelum melewatinya. Pastikan tidak ada kereta api yang akan melintas," ujar dia, Senin (16/4/2018).