Tak Perlu Keluar Kota untuk Nonton Dancing Fountain, di Madiun Juga Ada

Pengunjung menikmati aksi air mancur menari dan gemerlap sinar di Festival of Light di GOR Wilis, Kota Madiun, Jumat (13/4 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
15 April 2018 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Warga Kota Madiun dan sekitarnya tidak perlu lagi keluar kota untuk menikmati suguhan spektakuler dancing fountain atau air terjun menari. Saat ini ada event organizer yang menggelar atraksi wisata  pertunjukan dancing fountain dan taman lampion di GOR Wilis Kota Madiun.

Pertunjukan ini digelar selama sebulan mulai Kamis (12/4/2018) sampai Minggu (13/5/2018). Taman lampion hanya dibuka mulai pukul 17.00 WIB dan tutup pukul 23.00 WIB. Pertunjukan dancing fountain pada Senin sampai Kamis digelar pukul 19.00 WIB, 20.00 WIB, dan 21.00 WIB. Sedangkan Jumat-Minggu dan hari libur pertunjukan sampai pukul 22.00 WIB.

Ratusan orang memadati kawasan GOR Wilis, Kota Madiun, Jumat (13/4/2018) malam. Mereka antre membeli tiket masuk ke taman lampion untuk melihat pertunjukan air terjun menari.

Masuk ke lokasi taman lampion, mata pengunjung langsung disuguhi berbagai bentuk lampion yang tertata rapi di segala penjuru. Gerbang masuk ke arena taman juga terbuat dari lampion dengan lampu yang terang dan warna warni.

Hamparan lampion berbentuk bunga juga terlihat di kawasan itu. Pengunjung seperti memasuki dunia yang penuh cahaya. Di sudut arena ada lampion berbentuk istana yang tingginya mencapai sekitar 6 meter dengan panjang 10 meter.

Di sisi lain ada berbagai lampion berbentuk hewan seperti gajah berukuran jumbo, anjing, dan lainnya. Di ujung barat GOR, ada beberapa lampion berbentuk ikan dengan berbagai ukuran. Lampion ikan ini menyala dengan berbagai warna.

Tepat pukul 20.00 WIB, pertunjukan dancing fountain dimulai. Pengunjung yang awalnya tersebar di taman lampion langsung mendekat ke lokasi pertunjukan. Mereka terlihat antusias menanti pertunjukan itu. Sebagian pengunjung pun menyiapkan gadget mereka untuk merekam aksi air menari itu.

Diawali alunan musik, air yang menyembur ke atas melenggak lenggok layaknya penari. Air yang disemburkan ke atas menggunakan mesin itu disambut dengan kilatan cahaya dari laser-laser yang terpasang secara artistik oleh panitia membuat tarian air semakin berwarna.

Bahkan beberapa kali air menyembur ke atas dengan ketinggian mencapai belasan meter dan terlihat anggun. Air juga disemprotkan secara tak beraturan hingga membuat sebagian pengunjung basah kuyup karena tersiram air. Kemudian air kembali menari lagi mengikuti irama musik.

Pada akhir pertunjukan, muncul seperti layar dan memantulkan sinar laser berupa orang menari-nari. Dalam satu kali pertunjukan ada tiga kali sesi.

Seorang pengunjung, Linta, mengaku sangat terkesan dengan pertunjukan dancing fountain. Menurut dia, pertunjukan itu sangat menarik dan sangat indah. Apalagi saat ada pancaran laser yang membuat segala sisi berwarna. "Saya bersama teman-teman datang ke sini. Sangat mengesankan, keren," jelas dia.

Selain pertunjukan air menari, kata Linta, puluhan lampion yang terpasang di berbagai sudut juga membuatnya terkesan. Dia mengaku bisa berfoto dengan berbagai latar belakan lampion yang terpasang di lokasi itu.

Salah satu anggota staf penyelenggara Festival of Light di GOR Wilis, Eva Estiningrum, mengatakan event ini akan berlangsung selama satu bulan penuh. Ini merupakan kali pertama pertunjukan dancing fountain berlangsung di Madiun.

Menurut dia, antusiasme masyarakat Madiun cukup tinggi untuk melihat pertunjukan ini. Daya tarik utama di event ini ada di dancing fountain kemudian baru disusul taman lampion. "Untuk tarif masuk, hari Senin-Kamis seharga Rp20.000/orang. Hari Jumat-Minggu/hari libur harganya Rp25.000/orang," jelas dia.

Eva menuturkan dalam dua hari terakhir ratusan pengunjung sudah menikmati pertunjukan ini. Pada hari pertama ada sekitar 600 orang yang masuk dan melihat pertunjukan. Diperkirakan pada akhir pekan jumlah pengunjung semakin banyak.