Pencurian Madiun: Polisi Tak Temukan Sidik Jari Maling 15 Komputer di SDN 02 Winongo

Guru kelas III SDN 02 Winongo, Kota Madiun, Agus Sujoko, menunjukkan lokasi ruang komputer yang dibobol maling, Jumat (13/4 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
13 April 2018 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Aparat Satreskrim Polres Madiun Kota mengidentifikasi pelaku pencurian 15 unit komputer di SDN 02 Winongo profesional. Hal ini terbukti dengan tidak ditemukannya sidik jari di ruang komputer sekolah dasar yang ada di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, itu.

"Pelaku pencurian ini tergolong profesional. Polisi tidak menemukan sidik jari di lokasi kejadian," kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro, seusai olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (13/4/2018).

Logos menuturkan pelaku pencurian 15 unit komputer milik sekolah ini diduga lebih dari satu orang. Untuk modus operandi yang dilakukan pelaku yaitu dengan mencongkel gembok pintu kemudian masuk ke ruangan dan menggondol sejumlah komputer di ruangan tersebut.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan Polres sekitar untuk mengetahui adanya kemungkinan ada modus yang sama," jelas dia.

Logos menuturkan penjagaan di sekolah ini terbatas pada penjaga sekolah dan tidak ada kamera CCTV. Untuk itu, dia menyarankan pola penjagaan sekolah harus diubah. Selama ini penjagaan dilakukan maksimal jam 24.00 WIB. Setelah dirasa aman, penjaga pulang.

"Kami menyarankan untuk dipasang [kamera] CCTV. Kalau pengadaan bisa dipercepat ya lebih baik," ujar Logos.

Penyelidik juga telah meminta keterangan warga yang rumahnya ada di kanan kiri sekolah. Tetapi, tidak ada satu pun warga yang mengetahui keberadaan kendaraan atau aksi pencurian itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, SDN 02 Winongo dibobol maling dengan kerugian 15 unit komputer milik sekolah itu raib. Gembok pintu ruang komputer dibobol, kemudian 15 unit komputer yang belum digunakan itu dicuri.