Senegal Berminat Pesan 10 Lokomotif Bikinan PT Inka Madiun

Perwakilan Pemerintah Senegal bersama direksi PT Inka melihat kondisi interior Kereta LRT di workshop PT Inka di Kota Madiun, Jumat (13/4/2018) - Madiunpos.com/Abdul Jalil
13 April 2018 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- PT Industri Kereta Api (Inka) merambah pasar di Benua Afrika. Satu negara di Afrika berniat membeli produk dari PT Inka yaitu Senegal. Rencananya ada 10 lokomotif yang dipesan negara tersebut.

Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro, mengatakan kedatangan perwakilan pemerintah Senegal ke PT Inka merupakan tindak lanjut dari pertemuan Indonesia Africa Forum di Bali beberapa hari lalu. Selain Senegal sebenarnya ada beberapa negara lain di Afrika yang tertarik dengan produk kereta api Inka. Namun, saat ini baru Senegal memberikan komitmen.

Dia menyampaikan Pemerintah Senegal berencana memesan 10 lokomotif ke PT Inka. Tetapi, untuk nilai kontrak belum disepakati.

"Rencana membeli 10 lokomotif. Belum kontrak. Tapi Senegal ini serius," kata Budi di sela-sela acara kunjungan perwakilan Pemerintah Senegal di PT Inka yang ada di Kota Madiun, Jumat (13/4/2018).

Setelah diajak keliling untuk melihat beberapa produk Inka, seperti kereta LRT, kereta bandara, hingga kereta kedinasan. Menteri Perkeretaapian Senegel bernama Abdou ndane sall menyatakan tertarik dengan kereta kedinasan yang merupakan kereta khusus untuk presiden dan pejabat negara lainnya.

Budi mengaku optimistis negara tersebut akan menandatangani kontrak dengan Inka. Apalagi setelah melihat produk dan harga yang ditawarkan.

Dengan masuknya PT Inka ke Senegal, kata dia, akan menjadi sejarah Inka bisa masuk dan merambah ke pasar Afrika. "Ini pembelian pertama di Afrika. Kita kan punya hubungan historis dengan Afrika," jelas dia.

Selama ini, ungkap dia, kereta api yang beroperasi di Senegal merupakan produk dari Prancis maupin China. Dengan demikian, kereta dari Indonesia akan menjadi alternatif untuk transportasi di negara itu.

"Tadi mereka lihat LRT. Itu katanya mirip dengan prosuksi Prancis," jelas Budi.

Tahun ini, PT Inka masuk ke beberapa pasar internasional seperti Philipina sebanyak tiga unit lokomotif dan 15 unit kereta. Banglades hingga kini sudah ada 250 unit kereta yang dikirim. Selian itu, ada negara di Afrika, Zambia yang juga menyatakan ketertarikannya dengan produk Inka. Namun saat ini baru proses untuk melihat kondisi di negara tersebut.

"Kita lihat dulu. Semua risiko harus kita hitung," imbuh dia.