Sekelas Apartemen, Ini Fasilitas Rusunawa Pertama Kota Madiun

Kondisi Rusunawa di Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun, Selasa (10/4 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
12 April 2018 19:05 WIB Adv Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN — Masyarakat Kota Madiun yang tidak memiliki rumah kini tidak perlu bingung lagi. Kota Madiun memiliki rumah susun sederhana sewa (rusunawa)  yang dikhususkan warga berpenghasilan rendah serta belum memiliki rumah.

Bangunan rusunawa itu berada di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Bangunan menjulang tinggi lima lantai sangat jelas terlihat dari berbagai penjuru arah. Di sekeliling bangunan rusunawa itu ada hamparan sawah dan permukiman warga.

Rusunawa yang berdiri di lahan seluas 5.950 meter persegi ini memiliki 70 unit rumah vertikal. Dari luar terlihat bangunan rumah susun itu berwarna paduan antara merah dan krem.

Masuk ke bangunan tersebut, terlihat ruangan yang bersih dan tertata rapi. Di lantai I ada ruangan besar dengan dinding kaca yang nantinya menjadi minimarket yang menjual berbagai barang kebutuhan penghuni. Kemudian ada ruang duka dan ruang pertemuan warga yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

Per unit rumah susun itu setara rumah bertipe 36 dan jauh dari kesan murahan, apalagi kumuh. Di dalam ruangan rumah susun itu terdiri dari dua kamar tidur dan dilengkapi kamar mandi, dapur, serta ruang tamu. Lengkap seperti rumah pada umumnya.

Di kamar tidur utama terdapat satu tempat tidur lengkap dengan kasurnya. Di kamar tidur anak terdapat tempat tidur susun yang juga dilengkapi kasur. Ruang tamunya terdapat satu paket meja dan kursi. Kemudian di sisi sebelahnya terdapat meja kursi makan.

Di kamar mandi rumah susun itu didesain minimalis dengan shower dan toilet duduk. Masuk ke dapur, tempat memasak lengkap dengan wastafel sehingga membuat nyaman saat memasak. Selain itu, ventilasi yang cukup banyak membuat di dalam ruangan tidak pengap atau panas.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Soeko Dwi Handiyarto, mengatakan rusunawa pertama di Kota Madiun ini sudah diserahkan pengelolaannya dari pemerintah pusat ke Pemkot Madiun pada awal Maret 2018. Saat ini tinggal menunggu turunnya izin untuk menghuni yang telah diajukan pemerintah kota ke pemerintah pusat.

Dia menuturkan saat ini pemerintah kota baru membuka pendaftaran calon penghuni rusunawa. Hingga Selasa (10/4/2018), sudah ada sekitar 70 keluarga yang mendaftar sebagai calon penghuni rumah susun tersebut.

“Kapasitas rusunawa itu 70 ruang. Yaitu 64 untuk penghuni umum dan enam unit untuk penghuni difabel dan lanjut usia. Saat ini sudah ada sekitar 70 keluarga yang mendaftar,” jelas Soeko di sela-sela meninjau rusunawa tersebut, Selasa.

Dia menuturkan untuk menjadi penghuni rusunawa yaitu harus warga Kota Madiun, masyarakat berpenghasilan rendah, dan belum memiliki rumah. Nantinya, seluruh keluarga yang mendaftar akan diseleksi apakah layak untuk menempati rumah susun itu atau tidak.

Lantai I yang dikhususkan kaum difabel dan lanjut usia tarifnya Rp100.000 per bulan, lantai II Rp230.000 per bulan, lantai III Rp210.000 per bulan, lantai IV Rp190.000 per bulan, lantai V Rp170.000 per bulan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Madiun, Bondan Panji Saputro, mengatakan sangat puas dengan pembangunan rusunawa tersebut. Bangunan dan fasilitas yang disediakan di rumah susun itu sangat layak dan bagus.

Mengenai pengelolaan rusunawa ini, kata Bondan, Komisi III meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman harus mempersiapkan diri untuk lebih matang dalam mengelolanya. Dia menilai tidak mudah mengubah mindset masyarakat yang biasanya hidup bertetangga di rumah tapak kini harus pindah ke rumah susun.

“Dengan ruangan dengan kapasitas yang cukup luas dan fasilitas lengkap. Tarif yang ditawarkan sangat murah. Tempat tidur ada dua, ada dapur, ada tempat tamu. Ini sangat murah,” jelas dia saat melakukan sidak di rusunawa tersebut, Selasa.

Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto, mengatakan pembangunan rusunawa ini untuk memfasilitasi warga yang selama ini tinggal di aset pemerintah kota. Dengan adanya rusunawa ini, warga yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak bisa mendapatkan hunian yang layak.

Pemkot Madiun juga akan meminta kepada pemerintah pusat untuk pembangunan rusunawa lagi. Saat ini, sudah ada lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun.

"Kami sudah menyediakan lahan lagi di kawasan rusunawa yang saat ini dibangun," jelas dia.

Wali kota berharap dalam waktu dekat masyarakat yang saat ini menempati aset pemkot kondisi ekonominya bisa membaik sehingga bisa meninggalkan aset pemkot. (Adv)

Tokopedia