Kecelakaan Ngawi: Bangkai Lokomotif KA Sancaka Diangkut 2 Crane

Kondisi KA Sancaka setelah menabrak truk tronton di Ngawi, Sabtu (7/4 - 2018) pagi. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
12 April 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Dua alat berat crane diterjunkan untuk mengangkat bangkai lokomotif Kereta Api Sancaka yang tergeletak di lokasi kecelakaan di KM 215+8 antara Stasiun Kedungbanteng-Stasiun Walikukun, Kabupaten Ngawi, Kamis (12/4/2018) pagi. Bangkai lokomotif tersebut kemudian dibawa ke Stasiun Kedungbanteng.

Manajer Humas PT KAI Daops VII Madiun, Supriyanto, mengatakan pengangkatan material lokomotif KA Sancaka dilakukan pada Kamis pagi ini. Dua crane diturunkan untuk mengangkatnya.

Tokopedia

Dua crane yang diterjunkan yaitu dari Solo dan Madiun. "Crane dari Solo berangkat dari Stasiun Kedungbanteng pukul 05.15 WIB. Dan crane dari Madiun berangkat dari Stasiun Walikukun pukul 05.20 WIB," kata dia, Kamis.

Pengangkatan bangkai lokomotif dilakukan pada pukul 06.27 WIB. Pengakatan dilakukan dua tahap yaitu pengangkatan bodi lokomotif dan bogie atau roda lokomotif. Kemudian diletakkan di rel dan selanjutnya ditarik ke Stasiun Kedungbanteng dengan kecepatan 10 km/jam.

"Alhamdulillah pagi ini material lokomotif ex PLH sudah bisa diangkat dan kita geser ke Stasiun Kedungbanteng," ungkap dia.

Supriyanto menuturkan Kamis ini hanya mengangkat lokomotif terlebih dahulu, sedangkan material lainnya akan dilanjutkan Jumat.

"Untuk saat ini kecepatan kereta di jalur Ngawi sampai 60 km/jam," jelas dia.