Kecelakaan Ngawi: Polisi Usut Keterlibatan Tersangka Lain dalam Kasus Laka KA Sancaka

Kondisi KA Sancaka setelah menabrak truk tronton di Ngawi, Sabtu (7/4 - 2018) pagi. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
12 April 2018 01:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Satreskrim Polres Ngawi masih mengembangkan penyelidikan kasus kecelakaan Kereta Api (KA) Sancaka di KM 215+8 antara Stasiun Kedungbangteng-Walikukun, Jumat (6/4/2018) lalu. Dimungkinkan masih ada tersangka yang terlibat dalam kasus yang mengakibatkan masinis meninggal dunia itu.

Seperti diketahui, kecelakaan KA Sancaka terjadi akibat ditabrak truk trailer proyek double track di jalur Ngawi, Jumat malam. Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan Muhamad Sholeh Ajiaman, 40, sopir truk trailer itu sebagai tersangka.

Tokopedia

Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu, mengatakan saat ini penyidik baru menetapkan satu tersangka dalam kasus ini yaitu sopir truk trailer. Penyidik juga telah memeriksa lima orang saksi termasuk tersangka.

Sedangkan empat saksi lainnya yaitu terdiri dari dua pegawai PT KAI yang salah satunya adalah Kepala Stasiun Walikukun. Sedangkan dua orang lainnya adalah pemborong proyek double track yang mengerjakan proyek di lokasi itu.

"Kami masih melakukan proses pengembangan. Saksi sudah lima orang yang diperiksa," jelas dia kepada wartawan di kantor Daop VII Madiun, Rabu (11/4/2018).

Kapolres menyampaikan saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan dan ditahan di ruang tahanan Polres Ngawi. Mengenai kemungkinan adanya tersangka lain, dia menegaskan kemungkinan itu ada.

Tersangka akan dikenai Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan nyawa orang meninggal dunia.