Pilkada Jawa Timur 2018: Gus Ipul dan Khofifah Adu Program untuk Lindungi Perempuan Anak

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan nomor dua Saifullah Yusuf bersalaman saat Debat Publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (10/4 - 2018). (Antara/Zabur Karuru)
11 April 2018 09:05 WIB Antara Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Agenda debat para kandidat Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018 dilaksanakan Selasa (10/4/2018) malam, di Surabaya. Pada kesempatan itu, dua pasangan calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berbicara cara menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Gus Ipul yang diberi kesempatan pertama untuk menjelaskan program mengatakan perlu dilakukan pencegahan dan pendampingan kepada para korban kekerasan. "2014-2015 Saya bersama pramuka berkeliling untuk melakukan kampanye pentingnya melindungi anak-anak dari kekerasan seksual. Berdasarkan data dan fakta di lapangan, kasus yang terjadi justru dilakukan orang dikenal oleh korban," ujarnya.

Wagub Jatim dua periode yang sekarang sedang cuti tersebut meminta agar masyarakat turut memberikan perhatian agar trauma yang terjadi kepada korban segera teratasi.

Terhadap fenomena pernikahan dini, Gus Ipul menjelaskan biasanya terjadi karena tak ada pilihan lain dan diperlukan pendidikan yang cukup sehingga memahami kapan waktu tepat untuk menikah, termasuk mengerti tentang reproduksi.

"Di sinilah pentingnya mengajak ulama, kiai dan tokoh masyarakat untuk turut memberikan penjelasan tentang pendampingan yang baik kepada anak dan orang tuanya, terutama bagi mereka yang punya keinginan menikahkan anak di usia dini," ucapnya.

Sedangkan Khofifah Indar Parawansa menyampaikan Jatim sangat diperlukan adanya psikolog dan konselor yang sesuai kebutuhan, termasuk bermitra dengan Fakultas-Fakultas Psikologi dari universitas di Jatim sehingga akan lebih efektif.

"Jika saya terpilih mendatang, akan ada Perda terkait perlindungan perempuan dan anak serta Peraturan Gubernur yang segera terbit," katanya.

Mantan Menteri Sosial itu juga mengaku telah memiliki program Jatim Satya atau Jawa Timur yang Sejahtera dan Berdaya yang memberikan kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan di Jatim.

Debat publik tahap pertama mengusung tema Kesejahteraan Rakyat, yang bahasannya meliputi kesejahteraan bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, keagamaan, sosial budaya, sosial kemasyarakatan, konflik sosial dan ideologi, HAM, kebangsaan, kepemudaan serta keperempuanan.

Pilkada Jatim yang digelar pada 27 Juni 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dengan nomor urut 1, dan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno nomor urut 2.

Pasangan nomor 1 merupakan usungan dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura, dan NasDem, sedangkan pasangan nomor 2 adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS, dan Gerindra.

Tokopedia