Rusunawa Kota Madiun Diprioritaskan untuk Keluarga yang Tempati Aset Negara

Kondisi Rusunawa di Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun, Selasa (10/4 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
11 April 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pendaftar calon penghuni rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, sudah mencapai 60 orang. Jumlah kamar yang disediakan di rusunawa itu 70 unit.

Kasi Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Concon Kencono, mengatakan keluarga yang mendaftar untuk menghuni rusunawa sebanyak 60 keluarga. Hampir seluruh keluarga yang mendaftar merupakan warga yang menempati aset pemerintah.

Dia menuturkan keluarga yang mendaftar nantinya bisa langsung masuk dan menghuni rusunawa setelah ada izin penempatan dari pemerintah pusat. "Mereka yang mendaftar ini keluarga yang selama ini tinggal di tanah negara, baik milik pemerintah daerah maupun balai besar sungai Bengawan Solo," jelas dia kepada wartawan di rusunawa Kelurahan Nambangan Lor, Selasa (10/4/2018).

Concon menuturkan masih banyak keluarga yang menempati aset pemerintah. Namun, mereka enggan pindah ke rusunawa karena tempat kerja mereka maupun sekolah anak dekat dengan rumah semula.

"Bahkan ada beberapa warga yang menempati aset negara minta ganti rugi saat dipindah ke rusunawa. Pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk itu," jelas dia.

Concon menuturkan rusunawa di Kelurahan Nambangan Lor ini berdiri di lahan seluas 5.950 meter persegi. Sedangkan bangunan rusunawa memiliki luas 12,5 meter X 61,5 meter. Ada 70 kamar di rusunawa lima lantai tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Soeko Dwi Handiyarto, mengatakan penghuni di rusunawa itu diprioritaskan warga Kelurajan Nambangan Lor. Terutama keluarga yang tinggal di tanah milik pemerintah.

"Kami sudah mengumpulkan seluruh lurah terkait rusunawa ini. Keluarahan Nambangan Lor yang diutamakan," jelas dia. 

Tokopedia