Kecelakaan Ngawi: Istri Masinis KA Sancaka Diangkat Jadi Pegawai PT KAI

Pegawai PT KAI membawa peti jenazah masinis KA Sancaka, Mustofa, yang meninggal dunia dalam kecelakaan. Jenazah dimakamkan di pemakaman umum Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (7/4 - 2018) siang. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
08 April 2018 07:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Masinis Kereta Api Sancaka yang meninggal dunia saat terjadi kecelakaan di jalur kereta KM 215+8, Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, akan mendapatkan sejumlah reward dari perusahaan BUMN itu. Salah satunya yaitu istri masinis tersebut akan secara langsung diangkat sebagai pegawai PT KAI.

Masinis KA Sancaka yang meninggal saat peristiwa nahas Jumat (6/4/2018) malam itu bernama Mustofa, warga Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Mustofa meninggalkan satu istri bernama Dian Kartika Sari Utami dan satu anak bernama Aulil Fatimah Az-zahra.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, kepada wartawan setelah mengikuti upacara pemakaman jenazah Mustofa di Desa Sumberbening, Sabtu (7/4/2018) siang.

Dia menyampaikan Mustofa akan diberikan sejumlah penghargaan karena meninggal dunia saat sedang menjalankan tugas sebagai masinis di KA Sancaka. Istrinya, Dian akan diangkat secara langsung sebagai pegawai PT KAI.

"Karena beliau gugur dalam tugas. Istrinya akan diproses sebagai pegawai KAI. Sehingga silaturrahmi dengan keluarga ini tidak akan putus," jelas Edi.

Nama Mustofa juga akan dikenang sebagai pahlawan di lingkungan PT KAI. Yaitu PT KAI akan membuat prasasti yang berisi identitas pegawai yang memiliki jabatan masinis muda ini dan akan ditempatkan di Stasiun Madiun.

"Karena ini pahlawan di kalangan KAI. Saya perintahkan untuk membuat semacam prasasti yang akan diletakkan di Stasiun Madiun," terang dia.

Selain itu, keluarga Mustofa juga akan mendapatkan berbagai hak dari perusahaan. Menurut dia, seluruh penghargaan ini sudah sesuai aturan.

Seratusan orang menghadiri upacara pemakaman Mustofa di rumah duka. Kesedihan nampak menyelimuti keluarga tersebut.