Inflasi Kota Madiun Maret 2018 Tertinggi Kelima di Jatim

Ilustrasi Inflasi - Solopos/Whisnupaksa Kridangkara
07 April 2018 01:05 WIB Antara Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Laju inflasi di Kota Madiun, Jawa Timur, pada bulan Maret tahun 2018 tercatat mencapai 0,02 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 129,76.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Firman Bastian di Madiun, Jumat (6/4/2018), mengatakan, dari delapan daerah penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, Kota Madiun menduduki urutan tertinggi kelima.

"Inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi dan Malang masing-masing 0,12 persen, dan terendah Probolinggo dengan deflasi -0,13 persen," ujar Firman.

Menurut dia, inflasi di Kota Madiun dipengaruhi oleh tingginya harga sejumlah kelompok pengeluaran. Adapun harga bahan pangan yang memicu terjadinya inflasi antara lain bawang putih, bawang merah, cabai rawit, rokok kretek, rokok filter dan bensin.

Sementara beras yang sebelumnya paling dominan memicu inflasi di bulan lalu, selama Maret 2018 justru berperan sebagai penekan inflasi, disamping daging ayam broiler, telur ayam ras, minyak goreng, dan kentang.

Firman menilai turunnya harga beras di Kota Madiun karena keseriusan dan kesigapan Pemerintah Kota Madiun dalam membentuk kelompok kerja (pokja) pangan sebagai pengendali inflasi. Keberadaan pokja tersebut dinilai cukup efektif mengendalikan laju inflasi di Kota Madiun.

 

Secara umum, dia menyebut inflasi Madiun terjadi karena kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada, tercatat lima di antaranya mengalami inflasi.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,37 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar sebesar 0,05 persen; kelompok Sandang sebesar 0,10 persen; kelompok Kesehatan sebesar 0,11 persen; dan kelompok Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,28 persen.

Sedangkan dua kelompok pengeluaran penekan inflasi, adalah kelompok Bahan Makanan mengalami deflasi sebesar -0,61 persen dan kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga sebesar -0,02 persen.

Sesuai data di BPS Kota Madiun, enam dari delapan daerah di Jawa Timur yang menjadi lokasi survei indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi dan dua lainnya deflasi.

Enam daerah yang inflasi adalah Banyuwangi sebesar 0,12 persen; Malang juga 0,12 persen; Kediri 0,10 persen; Surabaya 0,06 persen; Madiun 0,02 persen; dan Sumenep 0,01 persen. Sementara dua daerah yang mengalami deflasi adalah Probolinggo sebesar 0,13 persen dan Jember 0,08 persen.