Pengemudi Mobil yang Kabur dari Razia Polisi Diancam Hukuman 1 Bulan Penjara

Ilustrasi garis polisi. (polri.go.id)
06 April 2018 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN-- Satreskrim Polres Madiun Kota tidak menahan Krisna Surya Wijaya, pemuda yang kabur saat hendak diperiksa petugas Satlantas Polres Madiun Kota, beberapa waktu lalu. Peristiwa kaburnya Krisna yang mengemudikan mobil itu berujung pada meninggalnya salah satu anggota polisi saat sedang mengejarnya.

"Yang bersangkutan tidak ditahan," kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro, Jumat (6/4/2018). 

Logos menyampaikan pemuda itu akan dikenakan pasal tindak pidana ringan (tipiring) karena pelanggaran lalu lintas. Dengan ancaman hukuman sekitar satu bulan penjara.

"Kalau ancaman hukuman tipiring satu bulan penjara. Kalau hukumannya berapa nanti tinggal di persidangan," jelas Logos.

Berdasar pengakuan Krisna, kata Logos Bintoro, pemuda tersebut melarikan diri dari kejaran petugas Satlantas Polres Madiun Kota yang menggelar razia kendaraan bermotor di perempatan Te'an karena tidak menggunakan sabuk pengaman. Merasa bersalah dan takut ditilang, pemuda itu langsung menancap gas mobil dan melarikan diri.

Dia menegaskan sejauh pemeriksaan yang dilakukan pemuda itu tidak terlibat dalam kasus pidana lain. "Kalau saat ini yang bisa dibuktikan hanya pelanggaran lalu lintas. Dia tidak mengenakan sabuk pengaman. untuk SIM dan STNK ada. Kalau tindak pidana lain belum ada karena tidak ada barang buktinya," jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota Satlantas Polres Madiun Kota, Aipda Atok Wahudi meninggal dunia saat mengejar mobil yang dikemudikan Krisna di Desa/Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Selasa (3/4/2018). Kematian Aipda Atok dikarenakan saat mengejar mengalami serangan jantung hingga kondisi melemah dan mengalami kecelakaan lalu lintas. Atok Wahudi akhirnya meninggal dunia. 

Tokopedia