Pilkada 2018: Peserta Pilbup Tulungagung Sepakat Patuhi Kesepakatan Soal Mobil Branding

Ilustrasi pemilu - Solopos/Whisnupaksa
06 April 2018 05:05 WIB Rohmah Ermawati Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, diminta membatasi jumlah mobil branding atau berstiker isi reklame dukungan calon tertentu.

"Kami mengingatkan semua untuk menghormati kesepakatan yang sudah dibuat bahwa mobil branding maksimal 10 unit," kata Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Tulungagung Endro Sunarko di Tulungagung, Kamis (5/4/2018).

Ia menegaskan soal mobil branding bukan bersifat larangan yang kaku. Penegasan, ungkap dia, lebih pada hasil kesepakatan yang dibuat dan telah disetujui oleh masing-masing perwakilan tim pasangan calon.

Mobil yang boleh dipasang stiker full untuk operasionalitas dan kampanye maksimal 10 unit, tidak boleh lebih. "Aturan dan kesepakatan ini hanya berlaku untuk pilbup [pemilihan bupati]. Kalau tingkat pilgub [pemilihan gubernur] sudah ada kesepakatan untuk tidak ada sama sekali," ujarnya.

Kubu pasangan calon Bupati Margiono maupun Syahri Mulyo menyatakan siap mematuhi kesepakatan tersebut.

"Pasangan calon nomor urut 2 sudah punya 10 unit, sementara kami awalnya enam unit, akhirnya disamakan 10 unit," ujar tim sukses pasangan calon nomor urut 1 Reno Mardiputro.

Sumarsono dari tim pemenangan pasangan Cabup nomor urut 2, Syahri Mulyo - Cawabup Maryoto Birowo, juga menyatakan hal senada.

Baginya, karena sudah ada kesepakatan, tinggal diikuti. "Bukan masalah. Kalau memang maksimal 10 unit, ya tidak apa-apa," ungkapnya.

Ia melanjutkan, mobil itu merupakan bagian kelengkapan, dan bukan satu-satunya alat kelengkapan.

Mobil untuk mendukung eksistensi kegiatan, mobilitas tim ataupun paslon. "Misalnya untuk kunjungan ataupun silaturahmi. Bisa juga dipakai mendistribusikan beberapa alat peraga kampanye," ujar Sumarsono. 

Tokopedia

Sumber : Antara