Kecelakaan Ngawi: Korban Meninggal Akibat Bus Wisata Hantam Truk di Tol Ngawi Dapat Santunan Rp50 Juta

Bus pariwisata ringsek setelah terlibat kecelakaan dengan truk tronton di Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600 Ngawi, Kamis (5/4/2018). (Istimewa - Polres Ngawi)
06 April 2018 03:05 WIB Rohmah Ermawati Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Korban kecelakaan bus pariwisata rombongan siswa SMAN 2 Magelang dengan truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600 Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Kamis (5/4/2018), bakal mendapat santunan dari PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Madiun.

Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja (Persero) Madiun Hendra Yudistira mengatakan korban yang mendapat santunan adalah korban meninggal dunia.

"Untuk santunan kami bayarkan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia sebesar Rp50 juta. Sedangkan bagi korban luka-luka juga akan mendapat jaminan pengobatan dan perawatan rumah sakit maksimal sebesar Rp20 juta.," ujar Hendra Yudistira.

Dia menjelaskan karena korban meninggal yakni kernet bus Munari, 42, merupakan warga Rembang, Jawa Tengah, pihaknya akan melimpahkan pembayaran klaim santunan kecelakaan tersebut kepada Jasa Raharja Perwakilan Pati.

"Nanti setelah kami limpahkan, pihak Jasa Raharja Perwakilan Pati yang akan membayarkan klaimnya ke ahli waris korban. Sedangkan untuk korban luka yang dirawat di Madiun, akan kami jaminkan biaya perawatannya sesuai yang dibutuhkan dan maksimal Rp20 Juta," kata Hendra.

Diberitakan, Bus Pariwisata PO Subur Jaya menabrak truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600 Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, pada Kamis pagi. Bus nahas tersebut merupakan satu dari enam bus rombongan siswa SMA Negeri 2 Magelang, Jawa Tengah. Mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah melakukan kegiatan wisata di Pulau bali.

Di lokasi kejadian, bus rombongan nomor 2 yang dikemudikan oleh Suroto, 39, warga Bantul, mengalami pecah ban kiri bagian depan saat hendak mendahului truk. Bus yang saat itu sedang melaju kencang langsung oleng dan menabrak bagian belakang samping kanan truk tronton yang melaju searah di sebelah lajur kiri bus.

Akibat benturan yang keras tersebut, badan bus bagian depan sebelah kiri ringsek. Munari langsung meningal dunia di lokasi kejadian akibat benturan tersebut.Korban luka mencapai enam orang yang kini menjalani perawatan intensif di RSUD Caruban Kabupaten Madiun. Korban luka antara lain, Sandika dan Nuli Mursirini yang merupakan guru pendamping, kemudian para siswa yakni Herza, Zaky, Ahmad Riyadi, dan Anres.

Tokopedia

Sumber : Antara