300 Fosil Diduga Gajah Purba Ditemukan di Ngawi

Petugas mengidentifikasi fragmen fosil binatang purba di Rejuno, Karangjati, Ngawi, Jawa Timur, Senin (2/4/2018). (Antara - Siswowidodo)
06 April 2018 01:05 WIB Rohmah Ermawati Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Lebih dari 300 fragmen fosil ditemukan di kawasan hutan Perhutani, Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, baru-baru ini. Diperkirakan fragmen tersebut merupakan fosil binatang purba berupa gajah purba dan banteng purba.

Petugas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Jawa Tengah, telah melakukan penelitian awal namun belum menggali lokasi fosil hewan purba temuan warga di hutan Perhutani KPH Saradan, Ngawi, itu.

"Ini masih penelitian awal, belum dilakukan penggalian. Dari hasil penelitian ini akan dilakukan identifikasi awal yang mengeluarkan rekomendasi untuk langkah selanjutnya," ujar salah satu anggota tim dari BPSMP Sangiran, Alberto Niko di Ngawi, Selasa (3/4/2018).

Menurut dia, ada empat anggota BPSMP ke lokasi untuk melakukan penelitian. Keempat peneliti memiliki latar belakang ilmu berbeda, yakni arkeologi, geologi, dan biologi. Alberto menjelaskan, selain meneliti fosil, pihaknya juga meneliti struktur dan lapisan tanah yang ada di lokasi penemuan fosil.

Berdasarkan penelitian, jenis tanah yang ada di lokasi tersebut adalah lempung berpasir. Pihaknya menduga lokasi temuan dan hasil fosil yang ditemukan tersebut berkaitan dengan Situs Sangiran di Jawa Tengah dan Situs Trinil di Ngawi Jawa Timur. Diperkirakan fosil-fosil tersebut berusia sekitar 900.000 tahun yang lalu.

Mengenai fosil manusia purba, Alberto menyatakan ada kemungkinan dapat ditemukan d lokasi setempat. Meski demikian, tim belum memutuskan kapan akan melakukan penggalian. "Terdapat kemungkinan tentang adanya fosil manusia purba. Hal itu karena lokasi ini yang tidak jauh dari Situs Trinil tempat ditemukannya manusia purba Pithecanthropus Erectus," katanya.

Sementara, untuk memudahkan penelitian dan proses identifikasi, ratusan fosil yang ditemukan tersebut diberi nomor oleh tim BPSMP.

Fosil-fosil tersebut awalnya ditemukan oleh petani hutan atau pesanggem bernama Sarno di kawasan hutan milik Perhutani, tepatnya masuk petak 132 A1, RPH Teguhan, wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Ngawi.

Temuan tersebut kemudian menggegerkan pesanggem lainnya hingga akhirnya ditemukan ratusan fosil di lokasi tersebut. Fosil-fosil tersebut ada yang ditemukan dari proses menggali dan ada yang ditemukan warga tergeletak di tanah.

Saat ini ratusan fosil tersebut masih disimpan di kantor Perhutani setempat untuk proses identifikasi. Untuk keamanan, setelah diteliti awal, fosil-fosil tersebut dibawa ke kantor KPH Saradan di Madiun hingga menunggu tindakan selanjutnya dari pihak berwenang.

Tokopedia

Sumber : Antara