Kecelakaan Ngawi: Ngeri, Cerita Guru Mengevakuasi Jenazah Kernet Usai Bus Wisata Hantam Truk di Tol Ngawi

Korban kecelakaan bus pariwisata hantam truk di Jalan Tol Ngawi-Kertosono dirawat di RSUD Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (5/4/2018). (Madiunpos.com - Abdul Jalil)
05 April 2018 21:15 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Seorang guru SMAN 2 Magelang yang ikut rombongan kegiatan pariwisata, Priyo Wahyu Setianto, 41, menceritakan bus pariwisata yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Ngawi-Kertosono wilayah Ngawi merupakan bus rombongan yang paling depan. Ada enam bus yang membawa rombongan pelajar SMAN 2 Magelan dari kegiatan wisata di Bali.

Priyo mengatakan dirinya menaiki bus yang berada persis di belakang bus berpelat nomor K 1627 GD yang mengalami kecelakaan itu. Saat itu, bus yang melaju beriringan hendak pulang ke Magelang setelah berwisata di Pulau Bali.

Meski beriringan, jarak antar bus cukup jauh. Sehingga saat bus yang berada di urutan pertama itu mengalami kecelakaan, bus yang ada di belakangnya tidak mengetahui. Saat bus yang berada di urutan pertama mengalami kecelakaan, sopir bus yang ditumpanginya mengabari ke kernet yang duduk di sebelahnya.

Sontak informasi itu membuatnya kaget. Sejurus kemudian, guru Bahasa Indonesia itu langsung tayamum dan melaksanakan ibadah salat Subuh di bus. "Saya langsung tayamum, lalu Salat Subuh," jelas dia, Kamis (5/4/2018).

Saat sampai di lokasi kejadian, Priyo langsung turun dari bus dan masuk ke bus yang mengalami kecelakaan melalui pintu belakang. Dia kemudian meminta seluruh siswa yang ada di bus tersebut untuk segera keluar. Para siswa saat itu banyak yang menangis.

Dia juga mencari rekan sesama guru, Sandika, yang naik bus itu. Ternyata Sandika yang duduk di belakang kursi sopir terlempar ke depan bus dan masuk ke dalam kolong bus.

Setelah menyelamatkan rekannya itu, Priyo baru melihat tubuh kernet bus, Munari, 42, warga Rembang, Jawa Tengah, yang terpotong akibat benturan keras saat bus menabrak truk tronton bermuatan minyak goreng berpelat nomor L 8288 UB itu.

Dia bersama petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Tol kemudian mengevakuasi jasad kernet itu ke dalam kantong plastik.

Di lokasi kejadian, kata dia, tidak ditemukan bekas pengereman. Sehingga diduga bus menabrak truk secara tiba-tiba dan sopir bus tidak sempat mengerem. "Tidak ada bekas pengereman di jalan. Artinya posisi dekat sekali sehingga langsung menabrak," kata dia di RSUD Caruban Madiun.

Diberitakan sebelumnya, bus pariwisata rombongan dari SMAN 2 Magelang mengalami kecelakaan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586, Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Kamis pagi. Dalam kecelakaan yang melibatkan bus berpelat nomor K 1627 GD yang dikemudikan Sayono dengan truk tronton berpelat nomor L 8288 UB yang dikemudikan Suroto itu menewaskan satu orang dan sejumlah orang luka-luka.