Laba Naik, PT Inka Madiun Gulirkan Modal Rp13,2 Miliar untuk UMKM

Sejumlah pelaku UMKM menandatangani kontrak pinjaman modal di PT Inka Kota Madiun, Kamis (5/4/2018). (Madiunpos.com - Abdul Jalil)
05 April 2018 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun tahun 2018 menggulirkan dana pinjaman untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) senilai Rp13,2 miliar. Dana bergulir yang disalurkan tahun ini meningkat 200% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp6 miliar.

Senior Manager Secretary Public Relation & CSR PT Inka, Cholik Mochamad Zam Zam, mengatakan PT Inka tahun 2018 ini menyalurkan bantuan permodalan bagi pengusaha kecil yang ada di wilayah Keresidenan Madiun senilai Rp13,2 miliar. Penyaluran bantuan dilakukan empat tahap selama satu tahun.

Cholik menyampaikan kenaikan bantuan permodalan untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) karena ada kenaikan laba yang didapatkan PT Inka. Selain ada kenaikan laba, PT Inka juga ingin lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

"Kenaikan bantuan permodalan untuk UMKM tahun ini salah satunya karena ada kenaikan laba di PT Inka," kata dia kepada wartawan seusai acara pemberian modal kepada 29 mitra binaan di aula PT Inka Kota Madiun, Kamis (5/4/2018).

Cholik menyampaikan saat ini dana permodalan yang sudah berputar di mitra binaan sebanyak Rp40 miliar. Jumlah mitra binaan PT Inka saat ini, ungkap dia, mencapai 1.100 bidang usaha yang terdiri atas berbagai usaha seperti industri makanan, batik, kerajinan tangan, dan lainnya.

Bunga bantuan permodalan PT Inka ini, kata dia, hanya 3% selama satu tahun. Untuk masa pinjaman yaitu mencapai tiga tahun. Pengajuan bantuan modal, ungkap Cholik, juga tidak memerlukan persyaratan administrasi yang rumit dan pencairannya bisa cepat.

"Maksimal bantuan permodalan dari Inka Rp200 juta. Rata-rata UMKM ambil Rp75 juta," jelas Cholik.

Lebih lanjut, dia menyampaikan PT Inka mendorong pelaku usaha hanya mengambil pinjaman satu atau dua kali. Selebihnya pelaku usaha bisa berjalan dan mencari pinjaman dari pihak lainnya.

"Kami kasih pelatihan, cara pembukuan. Jadi satu dua kali pinjam, mereka sudah bisa jalan sendiri. Modal yang ada untuk UMKM lain," jelas dia.

Selama ini sudah ada beberapa klaster UMKM yang dinilai berkembang seperti klaster di Desa Kaliabu, Madiun, sebagai sentra brem, serta desa di Magetan yang menjadi sentra genting.

Salah satu pelaku UMKM, Isno, mengatakan baru kali ini mengambil pinjamanan modal dari PT Inka. Dirinya yang memiliki usaha laundry ini hanya mengambil pinjaman Rp6 juta. Rencananya modal itu untuk menambah alat laundry.

"Bunga di PT Inka minim, berbeda kalau di bank itu tinggi. Lebih mudah untuk mengurusnya juga," kata warga Desa Tempursari, Kabupaten Madiun, ini. 

PT Inka, Permodalan UMKM,