Proyek Jalan Tol Ngawi-Kertosono Ternyata Sempat Dipegang Investor Asing

Presiden Jokowi saat meresmikan tol Ngawi-Kertosono di Madiun, Kamis (29/3 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
03 April 2018 01:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan proyek Jalan Tol Ngawi-Kertosono sebelumnya dipegang oleh investor asal Australia. Kemudian pada 2015, megaproyek ini diambil alih PT Waskita dan PT Jasa Marga.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di sela-sela peresmian Jalan Tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan di Desa Bagi, Kabupaten Madiun, Kamis (29/3/2018). Mengenai tarif tol, mantan Wali Kota Solo ini meminta agar ditetapkan yang lebih terjangkau sehingga bisa menekan biaya logistik.

Tokopedia

Pemerintah akan menurunkan tarif tol dengan tanpa mengurangi minat investasi. "Kalau ada peluang akan kami lakukan terus. Tapi tidak mengurangi minat investasi yang ada. Jangan sampai nanti merugikan mereka," kata Presiden.

Jokowi menyampaikan kebijakan penurunan tarif tol ini diikuti kompensasi berupa perpanjangan konsesi dan memberikan insentif fasilitas pajak. Dengan kebijakan itu tidak akan membebani investor dan perusahaan milik BUMN yang membangun jalan tol.

Perhitungan penurunan tarif tol sudah dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Basuki mengatakan rasionalisasi tarif tol ini disesuaikan aspirasi pengguna jalan tol terutama untuk truk logistik. Dia telah mengevaluasi dan mempelajari tarif tol tersebut.

Nantinya pemerintah mengubah cluster tarif yang selama ini diterapkan. Saat ini ada lima cluster tarif jalan tol yaitu golongan I, II, III, IV, dan golongan V. Golongan I untuk kendaraan kecil dan pribadi akan tetap.

Sedangkan untuk golongan kendaraan logistik akan diubah menjadi golongan II dan III akan menjadi golong III. Sedangkan golongan IV dan V akan menjadi golongan III sehingga skema tarifnya ada tiga golongan.